Seperti terlihat di kantor Kecamatan Wonosalam, kemarin (28/7), mengadakan sosialisasi penggunaan teknologi konservasi hutan dan digitalisasi pemantauan kesehatan sungai dengan menghadirkan dari narasumber dari Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton).
Paparan tentang pengenalan hutan dan sungai itu disampaikan setelah dibuka Lilik Purwati Kepala Bidang Konservasi. Sosialisasi ini diikuti peserta dari MA Faser Desa Panglungan, Polisi Air SMPN 1 Wonosalam, Kampoeng Adat Segunung, Aktivis Peduli Lingkungan Jombang (APLJ) dan undangan yang lain.
Peserta juga mendapat pengarahan untuk menggunakan gadget konservasi hutan dan digitalisasi pemantauan kesehatan sungai dengan melalui aplikasi Timestamp Camera Enterprise. Nampak mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan yang diberikan. Kegiatan lebih seru lagi dengan praktik aplikasi tersebut secara langsung di lapangan.
Mereka dibagi menjadi tiga kelompok dan mencari pencemaran lingkungan yang ada disekitar. Kemudian di foto dan hasilnya akan di laporkan pada google form yang sudah tersedia. ”Kegiatan ini sebenarnya tindak lanjut dari peringatan lingkungan hidup kemarin. Karena kami masih melakukan pemantauan dengan cara manual sehingga belum terdokumentasi secara digital,” ujar Lilik setelah kegiatan.
Ia menambahkan, perlu pemanfaatan teknologi yang ada agar gadget yang dimiliki bisa bermanfaat untuk menjaga lingkungan sekitar. ”Dengan ini mereka bisa melaporkan kejadian apa yang berhubungan dengan konservasi dan pemantuan kualitas sungai,” tuturnya.
Lilik lantas memberi contoh, semisal hutan terdapat banyak sampah plastik atau sungai yang ada di sekitar mereka tercemar limbah. Mereka langsung bisa memfoto dan melaporkan melaui google form. ”Dari laporan tersebut kami bisa mengetahui sebaran kualitas sungai, apakah bagus atau tercemar. Sehingga kami juga bisa melakukan evaluasi dari laporan teman-teman,” tegas dia.
Salah satu peserta Romza, mengaku dengan aplikasi tersebut lebih mudah melaporkan adanya pencemaran hutan maupun sungai. ”Dengan menggunakan HP saja bisa melindungi hutan dan sungai. Terlebih lagi aplikasi yang digunakan juga cukup mudah,” pungkasnya. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW