Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony menuturkan, dari hasil pendataan dinas di lapangan, belum semua petani tembakau di wilayah utara Brantas memulai tanam. ”Jadi sampai sekarang luas tanam 4.014 hektare dari potensi 5.822 hektare atau sekitar 80 persen,” kata Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang (22/7).
Dijelaskan, ada beberapa alasan menjadikan petani tembakau belum memulai tanam. ”Di antaranya sebagian wilayah baru saja panen dan faktor cuaca tak menentu,” bebernya.
Paling banyak wilayah yang sudah menanam, berturut-turut, Kecamatan Kabuh seluas 1.562 hektare, disusul Kecamatan Ploso 843 hektare, Kecamatan Plandaan 666 hektare, Kudu 846 hetare dan Kecamatan Ngusikan seluas 97 hektare. ”Sebenarnya data ini bergerak untuk luas tanam,” imbuh dia.
Sebelumnya, sebagian tanaman tembakau di wilayah utara Sungai Brantas rusak. salah satunya faktor cuaca. ”Tanaman layu fusarium ini 3,61 hektare,” terangnya. Tanaman tembakau yang mati banyak ditemukan, khususnya di wilayah Kecamatan Kecamatan Plandaan, Kabuh dan Ngusikan.
Selain itu, sebagian tanaman tembakau juga rusak akibat serangan hama ulat. ”Yang terserang hama ulat sekitar 0,48 hektare,” imbuhnya. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW