Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengatakan, hasil pendataan yang dilakukan untuk serangan hama ulat cenderung sedikit dibanding tanaman yang layu. ”Untuk hama ulat 0,48 hektare yang kena, sementara yang layu fusarium ini 3,61 hektare,” kata Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (22/7) kemarin.
Dijelaskan, 3,61 hektare yang terkena penyakit itu dari total yang sudah tanam seluas 4.014 hektare. Menyebar di empat kecamatan. ”Masing-masing Kecamatan Plandaan, Kabuh dan Ngusikan,” tutur dia.
Kendati begitu, menurut Rony tingkat serangan penyakit itu dinilai masih sedang. Penyebabnya, lantaran curah hujan tinggi. Sehingga tanah menjadi lembab. ”Yang menyebabkan akar tanaman tembakau membusuk dan tanaman perlahan layu, hingga akhirnya mati mengering,” ujar Rony.
Sementara untuk serangan hama ulat masih menurut Rony, dinilai masih ringan. ”Untuk hama ulat ini yang kena rata-rata di Kecamatan Ploso, Kabuh dan Kudu,” lanjut dia.
Kendati begitu, pihaknya sudah melakukan tindakan. Di antaranya untuk penanggulangan hama ulat memberikan bantuan obat pestisida ke petani. ”Kalau yang layu fusarium sudah tidak dapat ditanggulangi lagi. Karena akar sudah membusuk, namun tanaman tembakau yang layu daunnya masih dapat diolah menjadi tembakau krosok,” kata Rony.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah petani tembakau utara Brantas tengah dilanda gusar. Penyebabnya, tanaman tembakau tiba-tiba diserang hama ulat sehingga kondisi daun tumbuh tak normal.
Seperti diungkapkan Slamet salah seorang petani tembakau di Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, yang mengeluhkan hamat ulat bermunculan. ”Ini usianya tiga minggu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang. Secara tiba-tiba, hama ulat hinggap di tangkai kemudian menyerang daun tembakau.
Akibatnya daun tembakau tumbuh tak normal. ”Banyak yang bolong,” imbuh dia. Upaya dengan menyemprot obat-obatan juga sudah dilakukan. Hitungannya bahkan sudah dua kali. Namun, serangan ulat tak kunjung berhenti. ”Ini barusan nyemprot, tapi ya masih ada (hama ulat, Red),” ujar Slamet.
Tembakau yang ditanam merupakan tembakau Rejeb. Luas sawahnya 5.600 meter per segi. ”Kalau tidak dikasih obat khawatirnya malah tambah parah, ya mudah-mudahan setelah ini aman,” harap dia. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW