Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tak Hanya di Sungai Gunting, Ada 28 Tanggul Kritis di lagi Jombang

Achmad RW • Selasa, 19 Juli 2022 | 13:48 WIB
Rumah warga di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung makin menggantung dan doyong ke sungai. Tanggul sungai Gunting yang rusak belum juga diperbaiki, (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)
Rumah warga di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung makin menggantung dan doyong ke sungai. Tanggul sungai Gunting yang rusak belum juga diperbaiki, (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)
JOMBANG -  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi tak menampik banyaknya titik-titik tanggul Kali Gunting kritis. Dari data yang dimilikinya, tanggul yang kritis ini bahkan tersebar di sejumlah titik sungai lain di Jombang. Hanya pihaknya tak bisa berbuat banyak lantaran kewenangannya milik BBWS Brantas.

”Jadi tanggul kritis Kali Gunting di Mojoagung itu wewenang BBWS, dan kami sudah melaporkan ke sana,” ujar Bayu kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Bayu menambahkan, pasca longsor akhir tahun lalu, kondisi kerusakan tanggul di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung semakin parah. Hanya saja, untuk sementara proyek BBWS masih memprioritaskan penanganan tanggul di lokasi lain, yang kondisinya juga kritis. ”Sekarang yang sudah action di Jatiduwur, Kesamben. Karena di sana kondisinya lebih kritis. Sedangkan di Mojoagung kami belum dapat kabar kapan akan diperbaiki,” terangnya.

Bayu juga tidak bisa memastikan tanggul kritis di Betek akan diperbaiki tahun ini. ”Kami belum bisa memastikan karena itu menjadi wewenang BBWS,” jelas dia.

Sebelumnya dinas mencatat, sedikitnya ada 29 titik tanggul kritis di wilayah Kabupaten Jombang sudah dilaporkan ke BBWS Brantas. Sebagian sudah mulai ditangani. Di antaranya, tanggul kritis di Kali Gondang tepatnya di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung sepanjang 300 meter, kedua di Kali Catak Banteng masing-masing di Desa Catakgayam sepanjang 6 meter, Desa Betek 150 meter, Desa Kauman sepanjang 200 meter dan Desa Wringin Pitu 350 meter.

Lalu tanggul Kali Gunting di Desa Talunkidul, Sumobito sepanjang 66 meter. Kemudian di Kali pancir ada 5 titik, masing-masing di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno 996 meter, Desa Gudo 65 meter, Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo 25 meter, serta Desa Kayen 100 meter, Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo 130 meter.

Kemudian, di tanggul Kali Konto Kediri ditemukan lima titik, yakni Gondangmanis dan Bandarkedungmulyo 650 meter, Desa Pucangsimo tiga titik, masing-masing 8 meter, 80 meter dan 85 meter, serta Desa Brodot 60 meter.

Berlanjut ke Afvoer Besuk ada tiga titik. Yakni Bandarkedungmulyo 130 meter, Pucangsimo 300 meter dan Brangkal 350 meter. Tak berhenti di situ, tanggul kritis juga ditemukan di Kali Pakel tepatnya di Desa Bareng 70 meter.

Sedangkan di Kali Marmoyo lima titik, yakni Desa Pagertanjung Ploso 100 meter, Desa Tembelang 300 meter, Kedungotok 108 meter, dan Kedunglosari 108 meter. Terakhir, ada di tanggul Kali Ngotok yang tersebar di dua kecamatan, masing-masing Kecamatan Peterongan di Desa Sumberagung 156 meter, Bongkot 204 meter, Senden 156 meter, Trawasan 156, dan Budugsidorejo Sumobito 204 meter. ”Total panjang tanggul kritis hasil inventarisir kami ada 5.733 meter,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#sungai #28 titik #Tanggul Kritis #wewenang BBWS #di Jombang