Pantuan di lokasi, sekitar pukul 11.00, terlihat fasilitas traffic light mati. Akibatnya, pengguna jalan saling serobot satu sama lain. ”Matinya sudah dari kemarin, bahkan Sabtu kemarin (9/10) traffic light sebelah selatan itu menggantung hampir jatuh,” terang Wawan, salah satu warga sekitar.
Ia sendiri tidak mengetahui pasti kenapa traffic light tersebut menggantung dan hampir terlepas. Beruntung tidak sampai jatuh. ”Untung tidak jatuh itu. Kalau jatuh mengenai pengendara motor berbahaya. Tadi (kemarin, Red) sudah dilepas kayaknya. Tapi sekarang lampunya mati,” ungkapnya.
Akibat matinya traffic light, arus lalu lintas. Masing-masing pengendara saling serobot, sehingga rawan terjadi kecelakaan. ”Nggak teratur arus lalu lintasnya. Ada yang main langsung masuk, jadi rawan terjadi tabrakan,” tuturnya.
Warga berharap segera ada upaya perbaikan dari pihak terkait. ”Kan jalan ini dilalui kendaraan besar seperti truk dan bus. Seharusnya segera ada penanganan,” ungkapnya.
Sementara dikonfirmasi terpisah Kepala UPT Pengelola Prasana Perhubungan (PPP) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Mojokerto Dishub Jatim Yoyok Kristyowahono mengakui, Traffic Ligt di simpang tiga Pulorejo menggantung dan hampir jatuh. ”Kemarin kami mendapat laporan langsung kami tindaklanjuti untuk melepasnya,” ujarnya saat dikonfirmasi. Dirinya menambahkan, untuk sementara lampu traffic light. ”Sekalian nanti dipasang sama lampu yang akan jatuh,” pungkas Yoyok.(yan/naz/riz) Editor : Achmad RW