”Kalau belum ada kerjasama nanti bisa ditutup. Makanya kemarin perangkat desa rapat memputuskan untuk membuat palang pintu sementara, sudah ada lima orang yang jaga bergantian,” kata salah satu perangkat Desa Badas Ahmad Khoiri, kemarin.
Menurutnya, setelah ada insiden truk muatan kayu yang tertabrak kereta api Logawa hingga salah satu penumpang tewas, pihak perangkat desa menggelar pertemuan. Langkah itu dilakukan lantaran perlintasan kerata api bakal ditutup. Untuk sementara, perlintasan ditutup dengan palang pintu manual yang terbuat dari bambu.
Bahkan sebelumnya pemdes sudah berkirim proposal pengajuan pembangunan perlintasan yang representatif. ”Sudah kita ajukan, cuma sekarang belum ada respons,” tambah Khoiri.
Sementara itu, Kepala Dishub Jombang Hartono, pengajuan pembangunan perlintasan di lokasi itu masih berproses. Rencana pembangunan bakal dimasukkan dalam P-APBD 2022. Hanya saja, tidak semua keperluan perlintasan kereta api bakal dilengkapi tahun ini. ”Masuk perubahan anggaran (P-APBD, Red) baru bisa bangun pos saja. Untuk alatnya tahun depan,” imbuh dia.
Hal itu dilakukan lantaran menyesuaikan anggaran yang terbatas. Apalagi pengajuan pos perlintasan kereta api juga datang dari Desa Mlaras dan Desa Segodorejo. ”Mereka sudah mengajukan tahun lalu, akan direalisasikan tahun ini. Sementara untuk pos jaga dulu,” ujar Hartono.
Ia menyebut, untuk setiap lokasi pos jaga perlintasan kereta api, membutuhkan anggaran cukup besar Rp 250 juta. Karena itu dibangun pos dulu yang diperkirakan menelan biaya Rp 50 juta. "Lebih mahal alatnya, kalau dibanding kebutuhan pos-nya,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah truk pengangkut kayu nopol S 9023 UU tertabrak kereta api (KA) Logawa, saat melintas di perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Dusun Balongrejo, Desa Badas, Kecamatan Sumobito, kemarin (7/7) siang. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan dua korban lain mengalami luka serius.
Kejadian bermula sekitar pukul 12.00, truk melaju dari arah utara hendak menyeberang. Saat berada di perlintasan kereta api tak berpalang pintu, melaju kereta api dari arah timur. Tak menyadari kedatangan kereta, sopir truk nyelonong mendekati rel. Begitu sampai di rel, tiba-tiba truk terhenti. Akibatnya, bodi truk langsung tertabrak kereta api yang melintas. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW