Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tukar Guling TKD Tak Kunjung Rampung, Proyek Pariterong Terhambat

Achmad RW • Rabu, 22 Juni 2022 | 15:04 WIB
Proyek saluran Pariterong yang masih berjalan. (AINUL HAFDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
Proyek saluran Pariterong yang masih berjalan. (AINUL HAFDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
JOMBANG – Pengerjaan proyek sudetan Pariterong (Papar –Turi-Peterongan) milik Kementerian PUPR Dirjen Sumber Daya Air dengan Satker BBWS Brantas tak berjalan lancar. Salah satunya terkendala proses pembebasan lahan tanah kas desa (TKD).

Seperti yang terjadi di Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek. Lahan TKD dengan luas sekitar 3.000 M2 terdampak proyek. Karena terkendala tanah pengganti, proses pembebasan lahan pun hingga kini belum tuntas. Sehingga berdampak pada pengerjaan di lapangan.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang Sultoni menuturkan, dari hasil rapat terakhir, memang masih ada kendala terkait tukar guling tanah TKD. ”Jadi kemarin kita sudah bertemu PPK (Pejabat Pembuat Komitmen, Red) proyek, kayaknya kemarin tinggal Watugaluh yang terkendala tanah pengganti,” kata Sultoni kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dikatakan, berdasarkan keterangan diterima pihaknya, luas TKD terdampak mencapai 3.000 M2. ”Dari luas lahan penggantinya yang belum sesuai atau bagaimana,” imbuh dia.

Karena proses tukar guling belum tuntas, sehingga pekerjaan di titik tersebut sementara belum bisa tergarap. ”Informasi dari PPK kemarin bisa segera diselesaikan sama desa, jadi sudah hampir dapat (tanah pengganti TKD, Red),” ujar Sultoni.

Kendati begitu , lanjut Sultoni, seandainya satu titik itu sudah kelar, nantinya saluran yang masing terpotong masing-masing bakal tersambung. ”Kalau sudah diselesaikan Insya Allah sudah bisa nyambung saluran induknya. Sehingga tidak terputus, karena luasan (TKD, Red) yang kena lumayan 3.000 M2,” terang dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya empat TKD di Kecamatan Diwek terdampak proyek irigasi Pariterong. Meliputi Desa Balongbesuk, Brambang,  Watugaluh dan Desa Pandanwangi. ”Ya ada empat. Untuk Desa Balongbesuk dan Desa Brambang sudah selesai. Sedangkan dua titik (TKD Watugaluh dan Pandanwangi, Red) masih berproses,” kata Kabid Bina Pemerintahan Desa Joko Muji, Rabu (25/5) siang.

Pada lahan terdampak menurutnya tahapan yang dilalui harus tukar guling tanah terlebih dahulu. Prosesnya cukup panjang. ”Prosesnya sampai provinsi. Tapi yang dua sudah dapat dari provinsi tahun lalu,” ujar Joko. Sehingga saat ini, mereka tinggal menyisakan dua lokasi yang belum selesai. ”Yang kena pekerjaan (proyek) tahun ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, proyek Pariterong sudah lama tak ada kejelasan progres. Pembangunan kemudian dilanjutkan pada 2018 lalu. Proyek Kementerian PUPR Dirjen Sumber Daya Air dengan Satker BBWS Brantas ini bernama Peningkatan Jaringan Irigasi Peterongan di Mrican Kanan Jombang. Proyek ini menyedot anggaran Rp 14,3 miliar dari APBN dan dibangun sejak 13 Februari 2018 dengan kontrak selama 300 hari. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#lahan TKD #proyek sudetan #bengkok #tanah ganjaran #Pariterong #Jombang #diwek #Tukar Guling TKD