Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Cek Temuan Gerabah Kuno di Gudo, Arkeolog BPCB : Diduga Bekas Wahan Pemujaan

Achmad RW • Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:03 WIB
Arkeolog BPCB Jatim Lutfi Ismail menunjukkan temuan gerabah di Desa Sukoiber, Gudo kemarin.
Arkeolog BPCB Jatim Lutfi Ismail menunjukkan temuan gerabah di Desa Sukoiber, Gudo kemarin.
JOMBANG – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Jombang kembali meninjau laporan temuan obyek diduga cagar budaya. Kemarin (9/6), tim menuju Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo menindaklanjuti dugaan penemuan cagar budaya yang berada di areal persawahan warga.

Lokasi temuan gerabah ini berada di areal persawahan milik warga. Di lokasi ini, banyak ditemukan pecahan gerabah diduga benda cagar budaya. Tim juga menemukan sejumlah batu berukuran besar.

Agus Sutikno, 47, pemilik sawah membenarkan di area sawah miliknya banyak ditemukan benda benda mirip pecahan gerabah.  ”Temuan itu berawal saat saya mencangkul di kedalaman sekitar 50 sentimeter. Kemudian saya menemukan struktur bata kuno di dalam sawah ini,” ujar dia.

Agus menambahkan, struktur bata kuno berbentuk mirip pagar mengarah ke arah barat dan memanjang. Ia menduga dulunya sawahnya dijadikan tempat pemujaan pada zaman dulu. ”Mungkin dipakai pemujaan semacamnnya,” papar dia.

Terpisah, Arkeolog BPCB Jatim Ismail Lutfi mengatakan, ada beberapa jenis pecahan gerabah yang ditemukan usai meninjau lokasi tersebut.  Baik dari ukuran, perbedaan warna dan ketebalan benda. ”Masing-masing memiliki perbedaan mulai ukuran, ketebalan maupun warna. Ini menunjukkan di tempat ini dulu dipergunakan masyarakat di masa lampau baik untuk kepentingan ritual maupun kepentingan sehari-hari,” ujar dia.

Ia menduga, dulunya area tersebut merupakan bangunan suci. Sebab, dari beberapa pecahan gerabah mengindikasikan fungsi untuk tempat air, tempat persembahan. Serta bahan sajian makanan. ”Di mana kemungkinan peralatan pada saat ritual tertinggal di sini dan menjadi berkeping karena terpendam di dalam tanah. Dan lahan persawahan diolah oleh masyarakat sehingga banyak gerabah pecah pada saat pengolahan lahan persawahan,” pungkasnya. (ang/naz/riz)

  Editor : Achmad RW
#dinas P dan K #keraik kuno #Jombang #gerabah kuno #gudo #sukoiber #BPCB