Pantauan di lokasi hingga Sabtu (21/5), kondisi paling parah terpantau di ruang kelas V. Di kelas ini, tampak plafon di tengah kelas jebol. Pihak sekolah sementara memasang kayu penahan agar plafon tidak ambrol. Sedangkan, bangku siswa diubah model U atau mepet ke tembok untuk menghindari plafon yang jebol.
”Ini sudah lama jebol, setiap hari begini,’’ ujar Nadila Eka Putri salah satu siswa SDN Talunkidul 2, kepada Jawa Pos Radar Jombang. Ia mengaku waswas ketika belajar di dalam kelas. Selain mengganggu konsentrasi, plafon yang jebol juga membuat proses belajar mengajar sangat tidak nyaman.
”Ya takut, apalagi kalau hujan,’’ tambahnya. Ia dan teman-temannya berharap, atap dan plafon kelasnya yang jebol segera diperbaiki. ”Supaya belajar kami aman dan nyaman,’’ imbuhnya.
Aan Kurniawan, salah satu guru membenarkan proses pembelajaran di kelas 5 yang semakin tidak nyaman setelah ada plafon kelas jebol. “Jebol dua tahun lalu. Beruntung saat itu semua siswa sedang belajar daring di rumah, jadi tidak ada korban,’’ ujarnya.
Pihak sekolah juga sudah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. ”Total satu lokal terdiri dari empat ruang yang kami ajukan perbaikan. Tapi belum diperbaiki,’’ tambahnya.
Aan juga menyebut, beberapa waktu lalu ada pihak dari Dinas P dan K dan Bappeda Jombang yang melakukan survei untuk dilakukan perbaikan. Namun, kapan perbaikan itu dilakukan ia sendiri tidak tahu. ”Kami berharap secepatnya, karena menyangkut siswa banyak,’’ pungkas Aan. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW