Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pandemi Melandai, Pengunjung Perpustakaan di Jombang Mulai Naik

Achmad RW • Minggu, 22 Mei 2022 | 15:03 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Minat baca masyarakat berangsur normal sejak melandainya pandemi Covid-19. Setidaknya ini dilihat dari kedatangan pengunjung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang yang bisa tembus 200 orang setiap hari.

”Ya, ini cari referensi untuk mengerjakan tugas sekolah,’’ ujar Erfina salah satu pengunjung kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (21/5). Tidak sendirian, ia datang bersama teman sekolah yang juga mengerjakan tugas dari mapel sama. Beberapa siswa dengan tugas berbeda.

Suwignyo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang mengatakan, minat baca masyarakat meningkat sejak pandemi melandai. Jumlah pengunjung semakin bertambah setiap hari. ”Sekarang sudah normal, bisa tembus 200 orang per hari,’’ ujarnya.

Dia menyebut, kondisi ini berbeda tahun lalu, masih diberlakukan pembatasan pengunjung. Paling banyak pengunjung yang diperkenankan masuk hanya 20 orang. Lebih dari itu, mereka diminta menunggu di luar sembari pengunjung lain selesai. ”Paling banyak saat itu 100 pengunjung,’’ tambahnya.

Dari akumulasi tahunan, kunjungan 2021 sebanyak 25.699. Jumlah itu meningkat dari tahun 2020 hanya 17.000 orang. “Untuk tahun ini belum kita rekap. Tapi kisaran sehari paling banyak 200 pengunjung,’’ papar dia.

Menurutnya, stok buku yang dimiliki turut mempengaruhi animo masyarakat untuk berkunjung. Saat ini, total koleksi buku cetak ada 33.760 eksemplar. Kemudian, ditambah koleksi buku digital yang bisa diakses secara gratis sebanyak 13.019 eksemplar. ”Jadi pengunjung juga bisa memilih ingin baca versi cetak atau digital,’’ bebernya.

Untuk pengadaan buku sendiri, ia menggunakan metode kuesioner kepada pembaca. Mereka bisa request atau mencatat buku yang diinginkan. Jumlah peminat paling banyak yang akan dibeli. ”Kalau selama ini paling banya kita beli bukunya Gramedia, karena paling banyak request-nya,’’ papar dia.

Selain buku terbitan nasional, ada pula buku hasil terbitan lokal yang diadakan setiap tahun. Yakni penerbit Andi Kepik yang kerap menyediakan buku lokal. ”Buku terbitan lokal kita sediakan di pojok Jombangan,’’ pungkas Suwignyo. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW
#dinas perpustakaan dan kearsipan jombang #perpustakaan #kunjungan perpustakaan