Pantauan di lokasi, tampak ratusan peziarah hilir mudik melewati pintu utama kawasan makam Gus Dur. Sementara di dekat makam, tampak jumlah pengunjung semakin siang semakin ramai . ”Dulu kan dibatasi, alhamdulillah sekarang sudah dibuka seperti dulu,’’ ujar Dewi, 45, peziarah asal Kediri, kemarin.
Dewi dan rombongan TPQnya asal Kecamatan Pamenang itu mengaku sering berziarah ke makam Gus Dur. Hanya saja, selama pandemi ia belum pernah berziarah lantaran ada pembatasan jam ziarah. ”Iya ini kebetulan libur panjang juga, besok kan tanggal merah jadi sekalian ke sini,’’ pungkasnya.
Terpisah, Teuku Azwani pengurus pondok membenarkan jumlah pengunjung meningkat tajam jika dibandingkan hari-hari biasa. ”Memang meningkat hingga tiga kali lipat kalau akhir pekan. Apalagi ini libur panjang,’’ ujar dia.
Sesuai aturan pondok, untuk jam buka area wisata religi makam Gus Dur dibuka dua sif. Yakni pagi mulai pukul 08.00 hingga 15.00. Dan malam pukul 20.00 hingga 03.00. ”Sampai saat ini, aturan jam buka masih tetap,’’ pungkasnya.
Hal senada disampaikan, Lukman Hakim, Mudzir Pondok Pesantren Tebuireng. Ia menjelaskan, berdasarkan keputusan pengurus pondok, makam masyayikh Pesantren Tebuireng dibuka dua sif. Pertimbangan pengurus pondok membuka wisara religi makam Gus Dur adalah karena kasus Covid-19 di Indonesia mulai melandai. Kedua, banyak masyarakat yang meminta agar makam religi dibuka seperti dulu. ”Karena saat waktu kita batasi jamnya kemarin, kasihan juga banyak peziarah dari luar kota yang kejar-kejaran waktunya. Sehingga banyak yang tidak nutut ke sini,’’ tambahnya.
Dia berharap kondisi ke depannya semakin baik. Sehingga, makam religi Gus Dur dapat dibuka seperti sebelum pandemi. ”Kalau kondisi ke depan terus membaik, tentu akan kita buka normal,’’ pungkasnya. Editor : Achmad RW