Dua sapi ini, berada di peternakan milik Deni Setiawan, 38, lokasinya berada di Dusun Kendil Wesi, Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang. Deni menceritakan, penyakit itu menyebar setelah ia mendatangkan sapi yang ia beli di Pasar Balongpanggang, Gresik. “Awalnya sai beli di Gresik itu, sakit setelah sampai sini,” ungkap Deni.
Nahas, penyakit itu menyebar ke seluruh sapi di kandangnya. Empat sapi yang semula sehat, seluruhnya terserang penyakit serupa. Sapi-sapi ini tak mau makan, bahkan sempat tak mampu berdiri karena ada luka di bibir dan kakinya. “Terus menyebar ke sapi sini terus menjalar ke semua hewan (sapi,Red) sini,” lanjutnya.
Untuk mengantisipasi penyakit itu, Deni mengaku sudah melakukan pembersihan pada kandang dan tubuh sapi. Ia juga sudah mendatangkan petugas kesehatan hewan. Namun, hasilnya tak cukup menggembirakan. Lima sapi di kandangnya telah tertular penyakit ini. Dua sapi yang masih anakan, akhirnya mati, sementara tiga sisanya masih bertahan. “Paling rentan yang sapi anakan, sudah dua yang mati,” imbuhnya.
Ia pun mengaku merugi hingga Rp 23 juta akibat matinya dua sapi anakan itu. Kondisi makin berat, lantaran uang yang ia gunakan itu adalah uang hasil pinjaman di bank. “Harapannya ya nanti ada bantuan, paling tidak bisa jadi solusi meringankan beban ekonominya peternak,” pungkasnya.
Terpisah, drh Fatkurrohman, medik veteriner dari Dinas Peternakan Kabupaten Jombang yang melakukan pemeriksaan di kandang Deni, memastikan sapi yang mati itu telah terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). “Dipastikan PMK, hasil lab kemarin sudah positif. Sabtu pengambilan sampel, kemarin baru selesai,” ucap Fatkhur.
Kendati demikian, Fatkhur menyebut sapi yang dinyatakan positif hanya satu ekor dan telah mati. Satu lagi sapi yang mati belum dilaporkan. Hingga kini ia menyebut kasus kematian sapi akibat PMK juga baru ditemukan di Tembelang saja. “(Masih,Red) Tembelang satu titik ini,” imbuhnya.
Beruntung, tiga sapi yang kini tersisa di kandang Deni, seluruhnya sudah menunjukkan kondisi membaik. Indikasinya, bisa dilihat dari nafsu makan sapi yang telah mulai kembali. “Sudah dilakukan pengobatan 5-7 hari, kondisinya sekarang sapinya sudah mau makan, sudah berdiri,” pungkasnya. Editor : Achmad RW