Hingga malam, tambangan masih beroperasi. Tidak hanya motor, tambangan juga digemari pengguna roda empat.
Selama Lebaran, tarif nambang tak berubah. Rp 1.000 untuk sepeda, Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk roda empat. Sedangkan kendaraan seperti truk dipatok Rp 15 ribu.
Masyarakat mengaku memilih tambangan karena lebih cepat. ’’Lebih enak nambang. Lebih dekat, hemat waktu dan hemat bahan bakar. Apalagi biasanya di Jembatan Ploso macet,’’ ungkap Arif Yanto, salah satu pengguna roda empat.
Dalam satu kali pemberangkatan, satu perahu bisa mengangkut puluhan motor dan tiga mobil bahkan lebih. Tambangan yang bisa mengangkut mobil memiliki pengamanan yang lebih lengkap. Saat memasukkan penumpang, pintu keluar ditutup. Begitu juga sebaliknya, sehingga lebih aman.
Tambangan Megaluh beroperasi hingga malam. Perahu memiliki lampu yang cukup terang, pantulannya di air memberikan warna yang indah. Salah satu perahu menyediakan loteng berbentuk menara eifel yang bisa dinaiki penumpang untuk melihat sungai Brantas dari atas.
’’Rumah saya Ploso, tapi saya lebih suka naik perahu. Pulang malam juga naik perahu, lebih cepat dan tidak macet,’’ ungkap Afifah, salah satu penumpang. Editor : Achmad RW