Kepala SMPN 6 Jombang, Siswoko, menjelaskan, program GLS ini dimulai sejak 2021 kemarin. Akibat pandemi Covid-19, kemampuan literasi siswa jauh menurun. ’’Program GLS ini dilatarbelakangi karena minat baca anak-anak cukup rendah,’’ ujar dia kemarin (25/4).
Program GLS salah salah satunya untuk memotivasi minat baca siswa. ’’Kita adakan setiap hari Sabtu selama satu jam pukul 07.00-08.00,’’ terangnya. Sebelum program itu, sekolah sudah megadakan Jumat sehat, sarapan bareng, senam bareng dan Jumat agamis.
Program GLS diintegrasikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RRP) yang akan dilaksanakan bapak/ibu guru. Harapannya, pembiasaan ini tidak sekedar jadi kegiatan rutinan melainkan dapat memberikan dampak positif ke siswa. ’’GLS ini kami integrasikan ke PBM (proses belajar mengajar) sehingga nanti diharapkan kemampuan literasi dan numerasi meningkat,’’ jelasnya.
Sebagai gambaran, kegiatan GLS dimulai dengan beberapa metode. Misalnya, dengan model klasikal dimana siswa diminta membaca artikel bersama-sama, lalu diminta membuat ringkasan. Bagi yang ringkasannya bagus, akan diberikan reward. ’’Model lainnya, kita bentuk kelompok kecil dengan sudut baca, anak-anak bisa membaca di gazebo, panggung, masjid dengan didampingi satu guru,’’ terangnya.
Sementara itu, Samian pembina GLS menyampaikan, kegiatan gerakan literasi sekolah dinilai mampu mendongkrak kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Di SMPN 6 juga ada program literasi digital dengan mengkombinasikan website sekolah untuk menunjang kegiatan literasi. ’’Berbagai upaya kami lakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa,’’ ujarnya. Editor : M Nasikhuddin