Seperti terpantau Selasa (13/4) malam, masuk di jalan itu disambut genangan air di bahu dan badan jalan. Tak sedikit jalan yang tergenang air kala dilewati kendaraan roda dua hingga menimbulkan suara keras. Meski sebagian sudah ditambal aspal, namun masih ada kubangan yang dibiarkan menganga.
Kondisi itu semakin komplet setelah usai penerangan jalan umum padam. Sehingga lubang jalan tak terlihat. Sehingga siapa saja yang melintas pasti akan kesulitan. ”Jalannya rusak, lampunya mati,” kata Dani salah seorang pengguna jalan.
Menurutnya, aspal yang rusak jadi genangan air, sementara penerangan jalan padam, maka bisa membahayakan pengguna jalan. ”Apalagi yang lewat sepeda motor, lubangnya tidak kelihatan bisa jatuh terperosok,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dishub Jombang Hartono, tak mengelak di ruas jalan tak semua lampu penerangan menyala. Ada sebagian penerangan jalan umum yang dalam keadaan padam. ”Kita sudah menerima laporan tadi pagi (kemarin, Red). Teman-teman sudah ngecek, tidak semua PJU mati,” dalihnya.
Setelah dilakukan kroscek, dia memperkirakan penerangan jalau umum itu sedang trouble pasca hujan turun cukup deras. ”Mungkin karena hujan deras disertai angin, akhirnya ada yang trouble,” ujar dia.
Kendati begitu pihaknya sudah menindakanjuti pengaduan lampu penerangan jalan umum yang padam. ”Teman-teman sudah di lokasi, sudah dicek. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa nyala lagi,” pungkas Hartono. Editor : Rojiful Mamduh