Kepala SMAN Kabuh, Sudjiono, menyampaikan, pihaknya mendidik anak melalui pendidikan akademik. Juga menyiapkan siswa untuk siap bekerja. Ini karena letak geografis Kecamatan Kabuh dipinggiran. Sekolah harus menyesuaikan dengan bakat dan minat siswa. ”Disamping memberikan pendidikan akademik, kita juga membekali dengan keterampilan. Misalnya bidang kesenian, membatik, serta IT,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (12/4).
Demi mencetak generasi yang siap kerja atau wirausaha, sekolah menyidiakan galeri, lab komputer dan ruangan khusus bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan. ”Termasuk membatik, juga kta siapkan ruangan khusus,’’ tambahnya.
Melalui progam SMA Double track yang digagas Pemprov Jatim sejak 2020, SMAN Kabuh telah berhasil melahirkan dua angkatan. Hingga kini, masih ada dua rombongan belajar yang konsisten mengikuti program ini. Yakni jurusan tata boga dan menjahit. ”Melalui program ini, siswa yang memiliki bakat dan minat bidang menjahit dan tata boga kita fasilitasi,’’ terangnya.
Dari semua sekolah yang mengikuti program SMA Double track, hanya ada dua di Jombang yang tetap konsisten melanjutkan. ’’Salah satunya SMAN kabuh,’’ papar alumnus magister Universitas W.R. Supratman Surabaya ini.
SMAN Kabuh juga memberikan penguatan keagamaan. Setiap pagi sebelum memulai pelajaran, siswa dibiasakan membaca lima surat wajib. ”Kita juga menanamkan penguatan pendidikan karakter sebagai bekal ketika mereka terjun ke masyarakat suatu hari nanti,’’ tegasnya.
SMAN Kabuh Unggul dalam Prestasi
SEMENTARA ITU, torehan prestasi yang diraih siswa-siswi SMAN Kabuh tak kalah dengan sekolah lainnya. Setiap tahun, siswanya berhasil meraih juara baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
”Alhamdulillah berkat bimbingan bapak ibu guru, siswa kita tetap menorehkan prestasi selama masa pandemi Covid-19,’’ ujar Sudjiono, kepala SMAN Kabuh, kemarin.
Di tingkat nasional, siswanya berhasil meraih juara dua diajang Olimpiade Sejarah Nasional tahun 2022 atas nama Sri Wahyuningsih. Ditingkat provinsi, siswanya atas nama Prisma Dhea Anggraini berhasil meraih juara dua Kejurda Gulat Provinsi Jatim. ”Lalu ada 10 siswa yang berhasil masuk semifinal lomba literasi tingkat nasional,’’ terangnya.
Dalam bidang akademik, dua siswanya berhasil lolos dalam Kompetensi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten. Deviana Oktariana juara tiga bidang astronomi. Septiana Nur Aini juara dua KSN bidang kimia. ”Siswa kita juga juara satu Duta Kesehatan Jombang atas nama Firnanda Desita Sari dan juara dua sepak takraw putri Jombang,’’ tandasnya. Editor : Rojiful Mamduh