Pantauan di lokasi, lebih dari tujuh PJU yang padam. Lokasinya hanya di seksi dua atau antara perempatan Tugu hingga perempatan RSUD Jombang. Selebihnya, semua PJU nyala. Selain lampu mengarah ke jalan, lampu yang mengarah ke trotoar juga padam.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Hartono, sudah mengetahui PJU yang padam. ”Sebenarnya kewenangan masih di OPD teknis, cuma tetap konfirmasi ke teman-teman yang di lapangan,” katanya kemarin.
Pihaknya sudah minta untuk segera dilakukan pengecekan. Karena untuk penerangan di ruas itu tak lagi manual. Namun bisa dicek melalui piranti canggih seperti handphone. ”Tapi kalau yang kena MCB akhirnya jadi manual. Makanya teman-teman kita minta cek apakah setrum listriknya masih ada atau bagaimana,” imbuh dia.
Hingga kemarin pengecekan terus dilakukan. Dia hanya memprediksi, bila satu deret yang padam lantaran banyak faktor. ”Pertama bisa karena MCB (miniatur circuit breaker, Red) listriknya rusak, atau troble. Soalnya yang mati satu deret,” ujar Hartono.
Apalagi, hal sama pernah padam sebelumnya meski tidak menyeluruh. ”Tapi berbeda dengan lokasi yang dekat Ringin Contong dulu, ada yang mati dan ada yang nyala. Kalau yang ini mati semua,” terang dia. Di area itu, terdapat tiga penerangan. Dua penerangan menyinari jalan dan area totoar. ”Kalau yang sebelah timur, lampu berdiri ikut dinas lain,” tegasnya.
Masih di lokasi sama, dengan geser ke sebelah selatan, salah satu penutup saluran air di Jl KH Wahid Hasyim, tepatnya di depan Taman Mastrip ambles. Alhasil satu rambu lalu lintas ambrol dan hampir masuk ke dalam saluran air.
Setiawan Afandi Kabid Perumahan Perkim Jombang, mengaku belum dapat laporan terkait kerusakan penutup saluran air. Sehingga pihaknya belum mengetahui penyebab kerusakan pada penutup saluran tersebut. "Tapi itu nampaknya bukan pembangunan dari proyek drainase dan trotoar Jl KH Wahid Hasyim," bebernya.
Untuk itu ia akan segera melakukan pengecekan segera. Apabila merupakan bagian proyek pembangunan rehabilitasi drainase dan trotoar, maka akan langsung disampaikan ke kontraktor. "Karena saat ini masih masa pemeliharan," pungkas Setiawan. Editor : Rojiful Mamduh