Hal ini disampaikan bupati saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Jombang 2022 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023 di ruang Bung Tomo, Gedung Pemkab Jombang, Rabu (23/3). ”Memperhatikan tema pembangunan nasional dan tema pembangunan Provinsi Jawa Timur tahun 2023 maka tema pembangunan Kabupaten Jombang 2023 yaitu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sektor Unggulan,” ujar Bupati Mundjidah.
Dijelaskan, adapun prioritas pertama adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, ketenteraman dan ketertiban umum dengan kegiatan utama antara lain, perluasan layanan digitalisasi desa, penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), peningkatan inovasi dan profesionalisme ASN, dan peningkatan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Prioritas kedua, yakni peningkatan kualitas pelayanan dasar untuk membangun SDM yang berkarakter, berdaya saing dan inovatif serta pengentasan kemiskinan ekstrem dengan kegiatan utama antara lain; pemberian kain seragam sekolah dan buku-buku untuk SD/MI, SMP/MTs baik negeri maupun swasta, beasiswa siswa berprestasi, fasilitasi sekolah inklusi, rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, pendidikan karakter (mulok), insentif bagi guru ngaji, hafiz dan hafizah.
Selain itu, penurunan stunting, pencapaian sanitasi 100 persen dan nol persen kawasan kumuh, fasilitasi alat bantu bagi disabilitas, fasilitasi bersih desa/tasyakuran desa/PHBN, penyediaan pelayanan ibu dan anak.
Prioritas ketiga, lanjut bupati, memperkuat infrastruktur untuk mendukung peningkatan investasi, daya saing dan produk unggulan daerah dengan kegiatan utama antara lain pengembangan infrastruktur pendukung, rehabilitasi drainase/trotoar, peningkatan dan rehabilitasi jalan terutama menuju pusat-pusat ekonomi.
Selain itu, pemberantasan hama dan penyakit pertanian khususnya tikus, fasilitasi pemasaran serta pelatihan bagi usaha mikro dan IKM untuk meningkatkan nilai tambah produk, penguatan modal bagi BUMDes, peningkatan produksi/produktivitas dan pemasaran hasil perikanan, peternakan serta pertanian, mendorong terwujudnya kualitas dan kemandirian strategis bagi pondok pesantren dan pengembangan hasil-hasil produk unggulan daerah. ”Kemudian, prioritas keempat adalah peningkatan ketahanan bencana dan kualitas lingkungan hidup,” tandasnya.
Bupati menegaskan, Musrenbangkab tahun ini memiliki makna yang sangat strategis. Mengingat pada 2023 merupakan tahun kelima atau tahun terakhir dari kepemimpinannya bersama Wabup Sumrambah dalam perubahan RPJMD Kabupaten Jombang tahun 2018-2023. ”Arah kebijakan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan diupayakan dapat diwujudkan sampai dengan akhir tahapan perubahan RPJMD Kabupaten Jombang tahun 2023. Tingkat keberhasilan program RPJMD sangat tergantung pada perangkat daerah. Untuk itu, perangkat daerah harus konsisten dengan target capaian kinerja dan sasaran pembangunan yang ingin di capai,” tambahnya.
Hadir pada kegiatan Musrenbangkab di antaranya; Ketua DPRD Jombang, pimpinan instansi vertikal, perwakilan BUMN, Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo, Sekdakab Jombang, pimpinan dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan LSM, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, organisasi perempuan juga dari organisasi pers. (Pemkab Jombang) Editor : Rojiful Mamduh