Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Angkudes di Jombang Kian Tenggelam, Tersisa Warna Kuning dan Hijau

Rojiful Mamduh • Kamis, 10 Maret 2022 | 15:30 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Moda transportasi angkutan umum di Jombang semakin tenggelam. Angkutan pedesaan (angkudes) misalnya, yang semula di Jombang ada tiga jenis dengan ciri khusus warna merah, kuning dan hijau. Kini tersisa kuning dan hijau yang masih terlihat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Hartono, menuturkan keberadaan angkudes di Jombang dulu komplet. Mulai dari jantung kota hingga menyebar ke wilayah utara Brantas. Termasuk wilayah selatan hingga Ngoro, dan timur arah Mojoagung serta barat arah Bandarkedungmulyo. ”Rute angkudes awalnya lengkap. Ada warna merah, hijau dan kuning,” katanya, kemarin.

Dijelaskan, warna itu sebagai penanda khusus. Angkudes warna merah, memiliki rute dari Jombang kota ke Kecamatan Perak,Bandarkedungmulyo dan Megaluh. Sementara angkudes kuning rute Kecamatan Ngoro hingga Gudo. Sedangkan angkudes warna hijau mayoritas ke utara Brantas. ”Kalau ke Mojoagung dulu itu ada, D1 kalau tidak salah,” imbuh dia.

Sejak beberapa tahun terakhir, trayek itu telah mati. Jumlah armada yang beroperasi semakin berkurang. Pihaknya tak bisa mendeteksi lagi tinggal angkudes mana saja yang masih bertahan sampai sekarang. ”Kalau dari pengamatan saya, sekarang tinggal angkudes kuning dan hijau. Angkudes merah tidak kelihatan lagi,” ujar Hartono.

Lebih dari itu, sebagian besar rute angkutan yang masih beroperasi juga tidak seperti dulu lagi. Rute sesuai trayek. Mulai berangkat dari Terminal Kepuhsari dan berhenti di tiga terminal. Yakni Terminal Ngoro, Ploso dan Terminal Mojoagung. ”Dari pusat kota dulu kemana-mana pasti ada, Gudo, Perak, Plandaan, Ploso, Kabuh. Sekarang tinggal beberapa, nggak karuan trayeknya,” lanjut dia.

Paling kentara menurut Hartono angkudes warna merah karena sekarang lenyap dari peredaran. Kondisi ini diperparah dengan terminal induk Kepuhsari yang sekarang sudah diserahkan ke Pemprov Jawa timur. Namun belum terlihat ada perubahan yang terlihat.

”Sampai sekarang yang masih ada dan tetap operasi dari Terminal Kepuhsari itu angkutan umum warna silver ke Kertosono. Itu trayek panjang, beda dengan angkudes Jombang,” bebernya. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan provinsi lebih lanjut.

”Rencananya sebelum puasa teman-teman provinsi mau ngecek kendaraan di terminal. Mungkin akan ada perkembangan lebih lanjut atau bagaimana, ini belum disampaikan ke kita,” pungkas Hartono.

Sementara itu, pantauan wartawan koran ini di selatan rel kereta api atau Jomplangan, terdapat tiga angkutan umum yang berhenti. Seluruhnya trayek panjang ke arah Pare Kediri. Mobil dengan warna orange berjajar di depan salah satu gedung kosong. Di lokasi itu kemudi kosong tanpa ada sopir. Berikut bak penumpang juga kosong. Editor : Rojiful Mamduh
#Angkudes Tenggelam