Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Gurih Pedas Kerupuk Samiler Kayangan Jombang

M Nasikhuddin • Senin, 21 Februari 2022 | 00:41 WIB
Photo
Photo
SALAH satunya cemilan tradisional yang banyak dicari, yakni kerupuk samiler. Selain enak, kerupuk yang dibuat dari bahan dasar singkong ini juga memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh. Tak ayal sebagian warga banyak yang melirik usaha pembuatan kerupuk ini. Desa Kayangan, kecamatan Diwek dikenal menjadi sentra produksi kerupuk samiler.

Salah satunya ditekuni Rubiah. Warga RT 008, RW 002 Kayangan ini sudah puluhan tahun menekuni usaha rumahan ini. Bahkan dirinya merupakan salah satu perintis usaha produksi samiler.  ”Saya mulai usaha ini sejak saya anak saya masih usia 4 tahun, sekarang saya sudah punya cucu. Mulai tahun 80-an saya buat samiler,” terangnya.

Dia menerangkan, untuk membuat kerupuk samiler prosesnya cukup mudah. ”Siapapun asal mau belajar pasti bisa,” terangnya. Dia menerangkan, samiler adalah olahan makanan khas yang terbuat dari bahan utama singkong di campur dengan tepung dan bumbu seperti seledri, bawang merang, bawang putih, garam dan gula. ”Jadi bahannya cukup sederhana, tidak terlalu ribet,” bebernya.

Untuk bisa membuat produk samiler berkualitas, tentunya yang pertama perlu diperhatikan adalah bahan utamanya, yakni singkong. ”Jadi singkongnya diupayakan yang berkualitas, tidak sembarang singkong,” bebernya. Setelah siap, singkong-singkong tersebut terlebih dulu harus dipisahkan kulitnya. ”Setelah semua kulitnya dikupas, selanjutnya dicuci sampai bersih. Setelah bersih semua, kemudian diparut, bisa juga digiling,” terangnya.

Proses selanjutnya menyiapkan bumbu. Bahan-bahan seperti daun seledri, bawang merang, bawang putih terlebih dulu dihaluskan. Agar lebih mantap ditambahkan irisan daun brambang, seledri. ” ”Untuk bumbu harus diperhatikan betul, sebab jika salah, bisa-bisa rasa samilernya hambar. Biasanya tiap orang, punya resep bumbu masing-masing,” terangnya.

Setelah itu, siapkan wadah besar, masukkan singkong yang sudah di parut dan bumbu yang sudah dihaluskan kemudian tambahkan garam dan penyedap rasa. Selanjutnya, tambahkan irisan daun bawang dan daun brambangnya aduk hingga rata. ” Jika kurang pas bisa ditambah dengan garam lagi aduk merata lagi sampai dirasa sudah pas,” bebernya. Ambil secukupnya adonan, lalu pipihkan di atas daun pisang atau plastik yang sudah diolesi dengan minyak. Pipihkan sampai berbentuk bulat.

Selanjutnya, panaskan panci kukusan sambil menunggu menguap tata adonan kerupuk di atas sarangan. Tata yang rapi beri celah atau lubang tengahnya biar uap keluar. Tunggu hingga matang dan berwarna kecokelatan. Jika sudah, setelah itu angkat dan jemur kerupuk tersebut sampai benar-benar kering. ”Jadi harus bener-bener kering, biar hasilnya baik,” terangnya. Setelah keripik dipastikan kering, maka keripik samiler sudah siap digoreng.

Rubiah menerangkan, diawal merintis usaha, semua proses pembuatan samiler dia kerjakan sendiri, dibantu keluarga. Seiring usahanya mulai berkembang, dirinya bisa memberdayakan lima warga sekitar untuk membantunya membuat keripik samiler. ”Sekarang sehari rata-rata saya biasa menghabiskan sekitar 70 kg singkong. ”Jadi keripik samiler sekitar 30 kilogram,” bebernya.

Saat ini, Rubiah sudah tidak perlu bingung lagi memasarkan prudok. Pasalnya, dia sudah punya beberapa langganan tetap. ”Pelangan dari daerah sekitar Jombang dan daerah-daerah yang di luar seperti Kediri, Pare , dan Mojokerto banyak yang ambil,” imbuhnya.

Harga per kilogram keripik samiler siap goreng relatif terjangkau. ”Saya jual Rp20 ribu  per kilo yang rasa bawang. Kalau yang pedas Rp25 ribu per kilo,” terangnya. Dia berharap, usahanya bisa semakin berkembang, terlebih sebagian warga sekitar juga menggantungkan pemasukan dari usahanya. ” semoga Ibu dan keluarga selalu sehat dan bisa lebih berkembang lagi usaha ini, agar bisa bantu-bantu tetangga juga,” singkat Rubiah. Editor : M Nasikhuddin
#Kerupuk Semiler #berita jombang #Gurih Pedas