”Hari ini kami melakukan sidak di dua puskesmas. Hasilnya kami menemukan adanya sejumlah hasil pekerjaan yang kurang sesuai,” terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Jombang, Miftahul Huda, Jumat kemarin (18/2).
Sasaran sidak pertama, yakni pembangunan Puskesmas Ngoro. Proyek yang dikerjakan CV Moara Prabangkara ini dinilai masih banyak kekurangan. Di antaranya pasangan keramik hingga sejumlah kekurangan pada bagian lain. ”Untuk Puskesmas Ngoro, kami mendapati kualitas hasil pengerjaan yang mengecewakan,” jelas Politisi PKB ini.
Untuk itu, dirinya meminta agar pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Kesehatan Jombang untuk menghentikan jaminan pemeliharaan, sebelum dilakukan perbaikan hasil pekerjaan. ”Kami meminta agar PPK di dinkes menghentikan jaminan pemeliharaan diberhentikan sementara. Untuk besarannya berkisar antara 5 sampai 10 %,” tegasnya.
Sasaran sidak selanjutnya Puskesmas Sumobito. Komisi C memberikan apresiasi kepada kepala puskesmas. Pasalnya, yang bersangkutan selalu proaktif dengan terus komplain apabila hasil pekerjaan kurang maksimal. Hasilnya, kualitas pekerjaan cukup bagus. ”Kami mengapresiasi kepala puskesmas Sumobito, sebab proaktif dengan melayangkan komplain saat pekerjaan tidak maksimal. Hasilnya kualitas pekerjaan bagus, kendati ada satu titik berupa paving yang sedikit ketinggian,” bebernya.
Dia pun mendorong pihak terkait tidak ragu untuk mengajukan komplain misal mendapati hasil pekerjaan tak maksimal. ”Ini yang kami minta kepada kepala puskesmas lain, agar jangan ragu untuk komplain saat ada pekerjaan. Hal sama kami tekankan kepada PPK, maupun konsultan pegawas,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut hasil sidak, dewan berencana memanggil PPK proyek serta bagian monitoring. ”Kami mengagendakan pemanggilan PPK serta monitoring terkait pekerjaan di Puksesmas Ngoro. Waktu pelaksanaan, pada pekan depan,” pungkasnya Editor : Rojiful Mamduh