JOMBANG - Petani cabai tahun ini tak bisa bisa meraup keuntungan maksimal. Setelah hasil panen cabai menurun drastis. Selain faktor cuaca, juga disebabkan serangan hama petek.
Di Dusun Ngasem, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang misalnya, tanaman cabai tak tumbuh normal. Batang pohon terlihat berkerut bahkan mulai mengering, Pertumbuhan daun pun tak maksimal. ”Banyak kena lengger juga petek,” ucap Mulyono petani Dusun Ngasem.
Sejak awal tahun curah hujan di wilayahnya cukup tinggi. Hal ini memicu munculnya penyakit pada batang tanaman cabai. Batang cabai yang seharusnya bisa gemuk dan hijau, perlahan memudar hingga mengering. ”Kalau petani sini bilang kena lengger, jadi tanamannya mati perlahan,” lanjutnya.
Belum selesai disitu, buah cabai dari pohon yang masih sehat juga terserang hama petek. Hama ini, membuat cabai cepat membusuk dan berwarna kecokelatan. ”Kalau sudah kena petek itu tidak bisa dipanen, cabainya busuk di ranting terus rontok,” tambah dia.
Upaya pemberian obat sudah dilakukan dengan maksimal setiap minggu. Kendati demikian, kondisi tanaman tetap tak bisa normal. Sehingga kondisi ini berdampak hasil panen yang menurun. Dari sawah seluas 4.200 meter persegi, setiap minggu ia hanya bisa memanen 1 kuintal cabai. ”Padahal kalau cuaca baik, panen bisa sampai 2-3 kuintal setiap minggu,” rincinya.
Secara jujur ia mengakui, momen kenaikan harga cabai seperti sekarang sangat ditunggu petani cabai. ”Bisa Rp 50 ribu perkilogram dari sawah, tapi karena panen tidak maksimal, hasilnya juga sama saja,” pungkas Mulyono.
Editor : Rojiful Mamduh