Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Prodi Biologi FST UNAIR dan ITSKes ICMe Kenalkan Aplikasi SIP TB

Achmad RW • Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:00 WIB
Pra peserta kegiatan pengabdian masyarakat sosialisasi SIP TB yang diinisiasi Unair dan ITSKes ICMe
Pra peserta kegiatan pengabdian masyarakat sosialisasi SIP TB yang diinisiasi Unair dan ITSKes ICMe
JOMBANG - Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah yang terus menghantui dunia hingga saat ini. Telah banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasinya akan tetapi bak cendawan di musim hujan satu penderita telah disembuhkan muncul penderita baru yang lainnya dengan masalah serupa.

Salah satu penyebab sulitnya penanggulangan tuberkulosis adalah pemantauan proses pengobatan mengingat pengobatan tuberkulosis yang memakan waktu cukup lama. Kendala pemantauan ini terjadi karena penderita tuberkulosis mayoritas berada di masyarakat, dengan kata lain pasien TB tersebar di beberapa wilayah dan masih bisa beraktifitas layaknya orang sehat pada umumnya. Hal ini tentunya akan meningkatkan resiko penularan dan penyebaran mikobakterium tuberkulosis di masyarakat.

Program studi Statistik FST Universitas Airlangga peka akan kondisi tersebut. Bertajuk pengabdian kepada masyarakat Prof. Win Darmanto, MSi,Med Sci,Ph D dan tim merumuskan sebuah aplikasi berbasis android guna memetakan pasien tuberkulosis tersebut.

Aplikasi itu diberi nama Sistem Informasi Pasien TB atau disingkat SIP TB. Melalui kerjasama dengan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang dan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera Kabupaten Jombang Prodi Statistik FST UNAIR melakukan pelatihan aplikasi ini bertempat di hall ITSKes ICMe Jombang.

Pengabdian masyarakat ini diawali dengan penjelasan dari Prof. Win Darmanto, M Si,Med Sci, PhD terkait aplikasi Sistem Informasi Pasien TB. Selaku ketua pengabdian masyarakat beliau menjelaskan tentang pentingnya mengetahui penyebaran pasien TB untuk mengetahui endemisitas dan tindak lanjut pengobatan pasien TB.

Dalam penjelasannya disampaikan aplikasi SiP TB dapat mendata sebaran pasien TB dalam lingkung kabupaten bahkan provinsi. Sehingga aplikasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tim pemberantas TB dalam proses mengidentifikasi lokasi dari pasien TB. Selain menawarkan pelacakan lokasi, aplikasi ini juga dilengkapi dengan data-data penunjang lain seperti diagnosa pasien, data orang terakhir yang kontak dengan pasien, keluhan dan pengobatan yang sedang dijalani.

Acara dilanjutkan dengan pelatihan terhadap user tentang penggunaan aplikasi SiP TB. Pelatihan ini dipandu secara langsung oleh Prof. Win Darmanto dengan dibantu oleh tim dari ITSKes ICMe Jombang dan beberapa mahasiswa Universitas Airlangga. Semua peserta tampak antusias dalam mengikuti pelatihan ini, hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul pada saat sesi diskusi. Pengabdian masyarakat ditutup dengan penyampaian kesan dari user terkait aplikasi SiP TB.

Ida Sukarsih, SE selaku pengelola Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa aplikasi ini akan sangat bermanfaat untuk membantu mengetahui sebaran pasien TB di Kabupaten Jombang. Pernyataan senada disampaikan oleh dr. Fadhlan Romlan yang menyatakan bahwa aplikasi ini akan sangat membantu pihak puskesmas guna memantau proses pengobatan pasien TB. Lukman Taufiq, SKM selaku perwakilan dari Dinkes Kabupaten Jombang berharap aplikasi ini dapat terus dikembangkan untuk lebih bisa mempermudah dalam proses penatalaksanaan pasien TB.

Di akhir pemaparannya, Prof Win Darmanto menyampaikan bahwa aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai dengan harapan para pengguna untuk bisa mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. (*/sul/riz) Editor : Achmad RW
#pemantauan #FLS #Prodi Statistika #Uniar #TB #SIP TB #Jombang #ITSKes ICMe #Radar Jombang #Unair Surabaya #tuberkulosis #aplikasi