31.8 C
Jombang
Thursday, June 8, 2023

Dua Buku Tri Handoyo Dilaunching, Para Petarung Ulung dan Laskar Literasi

MALANG, JP Radar Jombang –  Kematian ayahnya membuat Kebo Klebat bertekad untuk menuntut balas dendam. Kematian itulah yang dianggap sebagai awal penyebab semua penderitaan hidup yang dialaminya. Kubangan masa kelam yang kerap menenggelamkan gairah hidupnya. Hanya dendamlah yang membuat ia ingin tetap bertahan.

Ia siap untuk menjadi penjahat besar, seperti gelar yang selama ini disematkan oleh masyarakat kepada ayahnya. Menjadi penjahat besar bukan sekedar obsesi, melainkan satu-satunya tujuan hidup.

Pembunuh ayahnya pendekar yang menduduki puncak dunia persilatan Nusantara. Demi mewujudkan dendamnya, Klebat harus menuntut ilmu silat setinggi mungkin. Baginya, tidak ada yang lebih penting selain balas dendam. Sekaligus menjadi pendekar kelas wahid di bumi Nusantara. Apakah Kebo Klebat berhasil mewujudkan cita-citanya itu?

Novel Para Petarung Ulung ini merupakan kisah lanjutan dari dua novel sebelumnya, Langgar Para Pendekar dan Kota Para Jawara. Novel trilogi karya Tri Handoyo warga Perumda, Candimulyo, Jombang ini dilaunching kemarin di Sengkaling Convention Hall Malang. ’’Garis besarnya bercerita tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman, bhineka tunggal Ika, serta pentingnya semangat toleransi sebagai perekat sebuah bangsa,’’ kata Tri Handoyo.

Baca Juga :  RSUD Jombang: Deteksi Dini dan Pemeriksaan Kanker Payudara itu Penting

Kisah yang penuh dengan tipu muslihat, pengkhianatan, petarungan, perang pengaruh dan perebutan kekuasaan, yang dikemas dengan latar belakang era Kerajaan Majapahit dan Demak. Ini sebagai cermin generasi muda agar sudi menengok sejarah bagaimana jatuh bangunnya sebuah kerajaan akibat provokasi dan rendahnya toleransi.

Novel yang sarat dengan pesan moral, sehingga layak untuk dibaca. Buku kedua yang diluncurkan secara bersamaan berjudul Laskar Literasi. Kumpulan tulisan selama masa pandemi Covid -19.

Setelah melewati berbagai ujian dan  tantangan pandemi covid-19, yang telah melanda 129 negara di dunia dan memporak-porandakan nyaris semua sektor. Masa pandemi yang membuat segala aktifitas terbatas, saat itulah peluang bagi penulis untuk lebih banyak merenung dan berpikir. Sehingga lahirlah judul demi judul tulisan.

Baca Juga :  Truk Kontainer Tabrak Pohon, Badannya Menutup Jalan Nasional

Suatu anugerah besar artikel-artikel yang berserakan itu dicetak menjadi buku. Buku rekaman berbagai peristiwa di masa kelam agar lebih mudah untuk dijengkalinya kembali kelak.

Di bulan Agustus, di ujung akan berakhirnya pandemi, bertepatan dengan lahirnya komunitas penulis nasional yang diberi nama Laskar Literasi. Maka kumpulan artikel ini akhirnya oleh penulis diberi judul yang sama, Laskar Literasi. Kedua buku didapatkan di toko online, tokopedia, bukalapak dan shopee. (jif/naz/riz)

MALANG, JP Radar Jombang –  Kematian ayahnya membuat Kebo Klebat bertekad untuk menuntut balas dendam. Kematian itulah yang dianggap sebagai awal penyebab semua penderitaan hidup yang dialaminya. Kubangan masa kelam yang kerap menenggelamkan gairah hidupnya. Hanya dendamlah yang membuat ia ingin tetap bertahan.

Ia siap untuk menjadi penjahat besar, seperti gelar yang selama ini disematkan oleh masyarakat kepada ayahnya. Menjadi penjahat besar bukan sekedar obsesi, melainkan satu-satunya tujuan hidup.

Pembunuh ayahnya pendekar yang menduduki puncak dunia persilatan Nusantara. Demi mewujudkan dendamnya, Klebat harus menuntut ilmu silat setinggi mungkin. Baginya, tidak ada yang lebih penting selain balas dendam. Sekaligus menjadi pendekar kelas wahid di bumi Nusantara. Apakah Kebo Klebat berhasil mewujudkan cita-citanya itu?

Novel Para Petarung Ulung ini merupakan kisah lanjutan dari dua novel sebelumnya, Langgar Para Pendekar dan Kota Para Jawara. Novel trilogi karya Tri Handoyo warga Perumda, Candimulyo, Jombang ini dilaunching kemarin di Sengkaling Convention Hall Malang. ’’Garis besarnya bercerita tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman, bhineka tunggal Ika, serta pentingnya semangat toleransi sebagai perekat sebuah bangsa,’’ kata Tri Handoyo.

Baca Juga :  Sabet 32 Medali, Pesepatu Roda Jombang Moncer di Jogja

Kisah yang penuh dengan tipu muslihat, pengkhianatan, petarungan, perang pengaruh dan perebutan kekuasaan, yang dikemas dengan latar belakang era Kerajaan Majapahit dan Demak. Ini sebagai cermin generasi muda agar sudi menengok sejarah bagaimana jatuh bangunnya sebuah kerajaan akibat provokasi dan rendahnya toleransi.

Novel yang sarat dengan pesan moral, sehingga layak untuk dibaca. Buku kedua yang diluncurkan secara bersamaan berjudul Laskar Literasi. Kumpulan tulisan selama masa pandemi Covid -19.

Setelah melewati berbagai ujian dan  tantangan pandemi covid-19, yang telah melanda 129 negara di dunia dan memporak-porandakan nyaris semua sektor. Masa pandemi yang membuat segala aktifitas terbatas, saat itulah peluang bagi penulis untuk lebih banyak merenung dan berpikir. Sehingga lahirlah judul demi judul tulisan.

Baca Juga :  Bantuan Mangkrak, Pembentukan Pengurus BUMDesma Baru Belum juga Jelas

Suatu anugerah besar artikel-artikel yang berserakan itu dicetak menjadi buku. Buku rekaman berbagai peristiwa di masa kelam agar lebih mudah untuk dijengkalinya kembali kelak.

Di bulan Agustus, di ujung akan berakhirnya pandemi, bertepatan dengan lahirnya komunitas penulis nasional yang diberi nama Laskar Literasi. Maka kumpulan artikel ini akhirnya oleh penulis diberi judul yang sama, Laskar Literasi. Kedua buku didapatkan di toko online, tokopedia, bukalapak dan shopee. (jif/naz/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/