Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Lahan Masih Kotor, Hanya Sebagian Pedagang Pasar Legi yang Jualan

22 Maret 2019, 09: 31: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pedagang pasar Legi yang terpantau sudah berjualan kembali.

Pedagang pasar Legi yang terpantau sudah berjualan kembali. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Jumlah pedagang Pasar Legi korban kebakaran lapak yang kembali berjualan ternyata belum semua. Ketua Paguyuban Emplasemen Pasar Legi, Ahmad Yasri Agus, mengatakan, sebagian para pedagang belum bisa berdagang kembali karena masih menunggu hasil penyelidikan polisi.

“Masih belum boleh melakukan pembersihan lapak yang terbakar. Tunggu setelah dibersihkan,” ujar Ahmad. Hingga kemarin, belum banyak pedagang uyang kembali ke lapaknya. Sebagian besar dari lapak yang hangus memang masih dalam kondisi aslinya, rata dengan tanah. “Belum kembali memang, baru beberapa saja yang di pinggir yang mulai membuat lapak lagi, yang tengah belum,” terangnya.

Yasri menyebut proses penyelidikan yang belum selesai membuat barang bukti di lokasi belum boleh tersentuh pihak manapun. “Sampai hari ini kita mau bersihkan belum boleh, karena kata polisi masih dalam pemeriksaan dan tali belum dilepas,” imbuhnya.

Hingga kemarin, menurutnya ia dan pedagang yang terdampak telah rampung melakukan seluruh pendataan baik kerugian maupun titik kebakaran secara menyeluruh. “Semuanya sudah didata, ada 14 orang yang terdampak langsung, cuma dari 14 orang ini lapaknya ada yang satu ada yang dua, jadi totalnya puluhan. Ditambah yang di trotoar sekitar 6 bangunan. Kerugian kalau ditaksir dari modal pedagang sekitar 295 juta,” rincinya.

Ia pun mengaku telah menyerahkan data ini ke pihak-pihak terkait baik polisi, dan pemkab. “Sudah diserahkan semua, ke polisi sudah, ke camat dan kabupaten juga sudah,” tambah pria yang juga berjualan petis di pasar emplasemen itu.

Diberikannya data itu kepada pemkab, menurut Yasri memang berkaitan dengan harapan pedagang yang ingin agar mendapat bantuan pemkab saat rekonstruksi nantinya. “Ya ini dulu kan hibah dari pemkab, lha karena sekarang rusak kami berharap juga kembali ada bantuan lah nanti. Mungkin untuk bangun atap atau apa,” ucapnya.

Jikapun nanti tak dibantu, pihaknya juga menyebut akan berusaha mencukupinya dengan keuangan paguyuban dan Bumdes Jombang. “Ya kalau tidak dapat ya pasrah saja. mungkin kita bisa  pasang tenda untuk lapak pedagang atau bagaimana nanti,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia