Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Kurang Modal, Kegiatan Produksi di Pande Besi Pucangsimo Masih Manual

18 Maret 2019, 13: 26: 16 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sentra pande besi tradisional di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo masih setia membuat alat pertanian dari bahan besi.

Sentra pande besi tradisional di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo masih setia membuat alat pertanian dari bahan besi. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Meski telah berproduksi selama bertahun-tahun, Jumali menyebut produksinya masih tergantung modal yang berputar. Minimnya modal yang dimiliki membuatnya masih harus terus melakukan produksi dengan alat manual juga tak setiap hari.

Dari 20 pande besi di dusun ini, menurut Jumali hanya satu orang yang  menggunakan mesin. “Hampir semua produksinya ya manual mas, pakai tangan tenaga orang. Kalau yang pakai mesin cuma satu,” ucapnya.

Hal in berkaitan langsung dengan modal yang dipunyainya. Meski ia sadar dengan mesin produksi akan bisa berjalan lebih cepat, namun harga mesin yang mencapai puluhan juta per unitnya membuat banyak perajin mengurungkan niatnya. “Mesin itu kan harganya minimal Rp 20 juta, lha kalau kita mau beli ya modalnya tidak ada,” ucapnya sembari tersenyum.

Ya, modal yang terbatas memang jadi kendala tersendiri bagi perajin di daerah ini. bahkan, lantaran uang yang terkadang terhambat berputar, proses produksi juga harus diakali olah para pemilik bengkel. 

“Kalau di sini itu tidak setiap hari produksinya, biasanya dua sampai tiga hari sekali. Jadi kalau ada uang ya kita baru produksi, kan bergantung ke pesanan juga. Namanya juga modal pas-pasan,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia