Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Sidang Kasus KUR Bank Jatim Jilid 2, Siswo Iryana Ajukan Eksepsi

15 Maret 2019, 08: 20: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; logo Bank Jatim

Ilustrasi; logo Bank Jatim (Google Image)

JOMBANG – Siswo Iryana, terdakwa kasus korupsi kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang, kemarin, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Usai JPU selesai membacakan dakwaan, terdakwa langsung mengajukan eksepsi (pembelaan).

”Tadi agendanya pembacaan dakwaan, dari pihak terdakwa melalui penasehat hukumnya langsung mengajukan eksepsi,” terang JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Muhammad Salahuddin usai mengikuti jalannya sidang (14/3) kemarin. 

Sidang lanjutan akan digelar kembali pekan depan, agendanya penyampaian eksepsi. ”Minggu depan dilanjutkan, agendanya eksepsi dari terdakwa,” imbuhnya.

Adapun dalam penggalan isi dakwaan primair JPU terhadap Siswo Iryana, disebut sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan pidana bersama-sama dengan Bambang Waluyo, selaku pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang secara melawan hukum dalam pemberian kredit KUR pada Bank Jatim Cabang Jombang terhadap 30 debitur, yang dalam pelaksanaannya bertentangan dengan buku pedoman pelaksanaan kredit dan surat direksi Bank Jatim.

Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya diri terdakwa sebesar Rp 12,8 miliar merupakan bagian dari 55  debitur atau orang lain yaitu Bambang Waluyo sebesar Rp 19,3 miliar merupakan uang pencairan kredit KUR Bank Jatim Cabang Jombang terhadap 55 debitur sejak tahun 2010-2012, yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian negara.

Sementara penggalan isi dakwaan subsidair, JPU menilai Siswo Iryana sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan pidana bersama-sama dengan Bambang Waluyo selaku pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang dinilai secara melawan hukum  dalam pemberian kredit KUR pada Bank Jatim Cabang Jombang terhadap 30 debitur yang dalam pelaksanaannya bertentangan dengan buku pedoman pelaksanaan kredit dan surat direksi Bank Jatim.

Dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya diri terdakwa sebesar Rp 12,8 miliar merupakan bagian dari 55 debitur atau orang lain yaitu Bambang Waluyo sebesar Rp 19,3 miliar merupakan uang pencairan kredit KUR Bank Jatim Cabang Jombang terhadap 55 debitur sejak menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yaitu terdakwa selaku anggota DPRD Jombang periode 2009-2014 telah mempengaruhi Bambang Waluyo selaku pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara  sebesar Rp 19,3  miliar sebagaimana laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara nomor, 1782/PW13/5/2014 tanggal 30 Desember 2014. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia