Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Hari Ini Pembacaan Dakwaan Kasus KUR Bank Jatim Cabang Jombang

14 Maret 2019, 11: 59: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jatim

Ilustrasi; Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jatim (Google Image)

JOMBANG - Siswo Iryana, terdakwa kasus korupsi kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang hari ini akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Agenda sidang pembacaan dakwaan.

”Sesuai jadwal, hari ini digelar sidangnya. Agendanya pembacaan dakwaan,” terang Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Harry Rahmat, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Sesuai surat tembusan dari pengadilan, perkara nomor 35/Pid.Sus-TPK/2019/PN Surabaya, akan digelar pagi hari sekitar pukul 09.25 di Ruang Sidang Sari 1. Adapun jaksa penuntut dari kejaksaan Negeri di Jombang diwakili Muhammad Salahuddin SH.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengusutan kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang Jombang jilid II oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memasuki babak baru. Penyidik Kejati resmi menetapkan Siswo Iryana, mantan anggota DPRD Jombang sebagai tersangka. Namanya masuk daftar debitur ultimate.

”Terhadap SI sudah kita tetapkan statusnya sebagai tersangka,” beber Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur Didik Farhan Alisyahdi, kepada Jawa Pos Radar Jombang, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, sesuai  keterangan sejumlah  saksi, berikut barang bukti yang dikantongi penyidik, perbuatan Siswo Iryana dinilai ada unsur melanggar tipikor. ”Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jombang telah melakukan eksekusi terhadap 12 terpidana kasus  kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang.

Gelombang pertama, jaksa melakukan eksekusi terhadap tiga terpidana masing-masing, Bambang Waluyo, pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, Heru Cahyo Setiyono dan Dedi Nugrahadi keduanya sebagai penyelia kredit. ”Ketiganya sudah menjalani hukuman, untuk terdakwa BW diputus 12 tahun, sementara dua penyelia diputus 4 tahun,” bebernya.

Tahap selanjutnya, giliran tujuh terpidana lainnya, masing-masing Fitriya Mayasari, Wiwik Sukesi, Wahyuni, Hapsari, Fitri Juni Astuti, Ginanjar Triono dan Hafied Wijayana, sementara dua terpidana lainnya akan menyusul. Kesemuanya tercatat sebagai pegawai Bank Jatim Cabang Jombang di bagian analis. Setelah melalui sidang kasasi, MA akhirnya menjatuhkan vonis hukuman 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Tak ingin penanganan kasus berhenti, publik terus mendorong pengusutan kasus yang merugikan negara hingga Rp 19 miliar tersebut.

”Terus terang kami prihatin dengan nasib para terpidana (sembilan pegawai Bank Jatim Cabang Jombang, Red), sebab menurut kami mereka sebenarnya adalah korban. Harusnya yang dipenjarakan adalah para broker-nya yang sampai sekarangmasih menghirup udara bebas,” beber Joko Fattah Rochim, kepada Jawa Pos Radar Jombang. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia