Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Topik, Merk Sepatu dan Sandal Asli Jombang yang Berdiri Sejak 1975

11 Maret 2019, 11: 20: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sepatu Topik untuk kalangan wanita,

Sepatu Topik untuk kalangan wanita, (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Ada satu perajin sepatu kulit yang begitu dikenal di Jombang, yakni Sepatu Topik yang terletak di Jalan KH Mimbar. Toko dan bengkel kerjanya tak terlalu besar. Bahkan sejak puluhan tahun silam, tak ada yang berubah di Sepatu Topik.

Dilihat dari luar, tokonya terlihat sepi. Beberapa kali Jawa Pos Radar Jombang mengamati dari luar, tak ada pembeli yang masuk. “Ya, sejak puluhan tahun ya seperti ini. Tetapi Alhamdulillaah, sampai sekarang tetap bertahan. Pesanan rutin tetap mengalir,” ujar Achmad Munir, sang pemilik.

Menurutnya, yang menjadikan usahanya tetap bertahan adalah menjaga kualitas. Tak heran jika sepatu buatannya sangat diminati kalangan tertentu yang menginginkan ukuran sepatunya benar-benar pas dipakai. Bahkan, untuk pelantikan Bupati Mundjidah dan Wabup Sumrambah pada 24 September 2018 lalu, keduanya memakai sepatu kulit berwarna putih buatannya. 

Sepatu Topik untuk kalangan pria.

Sepatu Topik untuk kalangan pria. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

“Sebelumnya mantan-mantan bupati Jombang seperti Pak Yanto, Pak Ali Fikri,  juga pernah, kalau pak Nyono saya sempat menerima servis sepatu beliau,” ungkap Achmad Munir.

Sepatu Topik memang memiliki kualitas yang bagus dan dibuat satu per satu manual dengan cara tradisional. Tak heran jika sepasang sepatu dengan sepatu yang lain meskipun model yang sama, tidak bisa memiliki kesamaan 100 persen karena masing-masing dibuat manual.

Bahan yang dipakai menggunakan kulit domba dan kulit sapi, baik yang didatangkan dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun bagi beberapa pemesan yang tidak menyukai sepatu kulit bisa juga menggunakan kulit imitasi. Hanya saja karena Sepatu Topik  sudah terkenal dengan bahan baku kulit asli hampir semua pemesan inginkan berbahan kulit asli.

Harganya pun juga tidak terlalu mahal dan masih sangat bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah untuk sepatu sekelas kulit asli. Harganya hanya ratusan ribu saja per pasang, tergantung dengan kerumitan model dan bahan yang dipakai.

Munir tidak bekerja sendiri, kurang lebih 10 karyawannya juga turut membantu. Meski  memiliki karyawan, Munir masih menjadi pelaku utama pembuatan sepatu. Yaitu pemotongan bahan baku yang sebelumnya sudah diukur menggunakan mal. Setelah diukur baru diberikan kepada petugas cover yang nantinya sepatu tersebut akan dijahit mengikuti pola yang sudah ada. 

Setelah proses penjahitan, cover dikerjakan tukang sol atau yang memberi alas sepatu. Sebelumnya cover sepatu sudah diletakkan dalam cetakan. Munir biasa menyebutnya klebut, yaitu alat menyerupai sepatu namun terbuat dari kayu. 

Usaha rumahan ini sudah dilakoninya sejak tahu 1975, yang saat itu masih dipegang ayahnya sebagai pengendali. Namun tahun 1980 usaha pembuatan sepatu pindah ke tangan Munir. Nama Topik yang lebih banyak dikenal pelanggan sebetulnya merupakan nama anak sulung Munir, yaitu Taufik. Namun sengaja disebut Topik sebagai yang artinya top lan apik. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia