Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Sebulan Sudah Rusak, Kualitas Pekerjaan Proyek Jalan Nasional Disoal

22 Januari 2019, 09: 56: 30 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jalan nasional  milik Kementerian PUPR di Jalan Raya Peterongan yang baru sebulan dibangun

Jalan nasional milik Kementerian PUPR di Jalan Raya Peterongan yang baru sebulan dibangun (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Kerusakan jalan nasional  milik Kementerian PUPR di Jalan Raya Peterongan yang baru sebulan dibangun, mendapat sorotan kalangan DPRD. Para wakil rakyat itu mempertanyakan kualitas proyek pembangunan jalan yang dibiayai Rp 46 miliar itu.

”Itu pembangunannya seperti apa, kok bisa baru satu bulan sudah rusak,” ujar Miftahul Huda, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jombang. Padahal, lanjut Huda, jalan tersebut menggunakan cor, seharusnya  bisa bertahan bertahun-tahun. Akan tetapi, kenyataan di lapangan, baru sebulan dibangun jalan sudah rusak.

”Kalau menurut saya karena pembangunannya asal-asalan sehingga mudah rusak,” ungkapnya. Ia juga mempertanyakan, sistem pengawasan saat pembangunannya tersebut seperti apa. Seharusnya pengawasan ini memperhatikan betul kualitas pekerjaan. 

Untuk itu, dirinya meminta Kementerian PUPR  segera memperbaiki. Karena menurutnya, itu masih dalam masa pemeliharaan. Jangan sampai kerusakan dibiarkan begitu saja. Terlebih lagi, saat ini musim hujan apabila terus dibiarkan, maka kerusakan semakin parah, dan membahayakan pengendara.

”Tentu saja kami meminta agar segera dilakukan perbaikan, jangan sampai setelah memakan korban baru diperbaiki,” tegasnya. Politisi dari PKB tersebut juga mendesak, agar pemerintah juga segera melaporkan atau berkooridnasi dengan Pemerintah Pusat terkait permasalahan ini. Sehingga, permasalahan ini juga bisa segera diatasi  Pemerintah Pusat.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas PUPR Jombang Hari Oetomo melalui Kabid Bina Marga Setiawan Affandi menerangkan, karena kewenangan Pusat, pemkab hanya bisa melakukan koordinasi. “Sebenarnya kalau masih proses pemeliharaan, rekanan harus segera menangani,” kata Setiawan kemarin (21/1).

Pihaknya tak bisa terlalu masuk terlalu dalam, untuk sementara hanya sebatas koordinasi dan komunikasi. “Kita informasikan kalau ada di titik ini yang rusak,” imbuh dia. Kendati begitu, Setiawan berharap penanganan bisa secepatnya dilakukan. Mengingat untuk saat ini juga musim penghujan.  

Dikonfirmasi terpisah Adi Suwito, Pelaksana Teknis dari BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) wilayah VIII mengungkapkan, pihaknya sudah berkirim surat ke rekanan PT Timbul Persada. “Jadi saya kemarin sudah kirim surat ke PT Timbul penyedia, mereka nanti yang menangani,” kata Adi dikonfirmasi melalui sambungan selulernya.

Menurut Adi, pihaknya sudah mengirim  buku petunjuk. “Jadi kemarin kita juga sudah kasih buku petunjuk untuk penanganan. Misal kerusakan segitu bagaimana penanganannya sudah ada. yang jelas sudah ada petunjuk di buku itu,” sambung dia.

Selain melakukan penanganan menurut Adi, pihaknya juga meminta rekanan untuk melakukan pengecekan. Ini dilakukan agar mengetahui selain di Jalan Raya Peterongan kerusakan lainnya apakah juga terjadi.

“Saya suruh  untuk cari semua, pokoknya yang ada tidak beres itu yang ditangani. Karena sekarang kan masih tanggungjawab rekanan, artinya masih masa pemeliharaan selama satu tahun ke depan,” pungkas Adi. (*)

(jo/fid/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia