Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Baru Sebulan Dibangun, Jalan Rp 46 Miliar Kementerian PUPR Sudah Rusak

21 Januari 2019, 12: 46: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proyek jalan nasional milik Kementerian PUPR di Jalan Raya Peterongan

Proyek jalan nasional milik Kementerian PUPR di Jalan Raya Peterongan (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Kondisi proyek jalan nasional milik Kementerian PUPR di Jalan Raya Peterongan kembali dikeluhkan. Ini setelah sejumlah kerusakan ditemukan di proyek yang baru seumur jagung ini.

Misalnya,  di titik  50 meter barat flyover (jalan layang) Peterongan, jalan cor mengalami keretakan sangat parah. Membentuk setengah lingkaran, lebar retakan ini mencakup dua kotak cor langsung.

Tak sekadar retak, pinggiran retakan ini juga menimbulkan lubang dengan kedalaman hingga lebih dari 5 centimeter. Sambungan cor yang berada di tengah retakan ini juga terlihat berubah jadi lubang jalan meski sebelumnya telah ditutup.

Selain retakan, lubang lain bisa dilihat dengan jelas, khususunya di sambungan cor. Dalam 100 meter jalan saja, terhitung lebih dari 20 lubang yang diameternya hingga 50 centimeter dengan kedalaman lebih dari 10 centimeter.

Kerusakan yang terlalu dini ini tentu saja dikeluhkan warga sekitar, terlebih  jika melihat selesainya pembangunan jalan ini yang belum genap dua bulan. “Selesai kan akhir Desember kemarin, lha kalau sekarang sudah seperti ini kan ya memang rapuh bangunannya, jelas mengecewakan,” sebut Mahmudi, warga di lokasi.

Terlebih perbaikan yang telah beberapa kali dilakukan disebutnya juga tak maksimal. Meski sudah seringkali ditambal, cor ini disebutnya kembali ke bentuk kerusakan awal yang bahkan semakin parah.

“Kalau ditambal sering, tapi ya itu tidak maksimal, ditambal seminggu kemudian sudah hancur lagi. Bahkan ada juga yang ditambal cuma pakai aspal yang diletakkan saja, dua hari sudah hilang aspalnya,” lanjutnya.

Selain menunjukkan rendahnya kualitas pekerjaan, ia menyebut kerusakan yang terus dibiarkan itu juga sangat berbahaya. Utamanya bagi pengguna jalan.

“Sering orang bannya bocor kena lubang itu, belum lagi kalau hujan, bisa bikin kecelakaan juga. Mungkin dibongkar terus dibangun lagi, supaya lebih awet,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Teknis dari BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Wilayah VIII Adi Suwito mengaku baru mengetahui informasi itu. Pihaknya berjanji akan segera berkirim surat kepada rekanan untuk tanggung jawab yang harus dilaksanakannya.

“Segera kami layangkan surat kepada PT Timbul untuk menangani  secepatnya. Karena ini  masih sepenuhnya tanggung jawab penyedia,” jawabnya singkat.

Untuk diketahui, proyek pengerjaan Jalan Nasional ini adalah proyek milik Kementerian PUPR yang dilaksanakan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya.

Menggunakan dana APBN 2018, proyek ini dilaksanakan senilai Rp 46 miliar dari pagu anggaran Rp 66 miliar. Pelaksananya adalah PT Timbul Persada dari Tuban dan baru rampung dikerjakan Desember 2018. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia