Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Jembatan Hasil Realisasi PISEW di Mojoagung Senilai 325 Juta Mangkrak

12 Januari 2019, 10: 51: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jembatan di Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung yang dibangun melalui program PISEW

Jembatan di Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung yang dibangun melalui program PISEW (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Proyek pembangunan jembatan di Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dikeluhkan warga. Pasalnya, Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2018 senilai Rp 325 juta itu masih mangkrak.

”Sampai sekarang belum digunakan, warga masih takut lewat. Apalagi akses jalan ke jembatan juga masih ada kubangan seperti itu, terpaksa harus memutar jauh,” beber salah satu warga sekitar proyek yang enggan disebutkan namanya kemarin (11/1).

Pelaksana proyek termasuk besaran anggaran juga tidak diketahui warga di lokasi tidak ada papan proyek. ”Warga disini tidak ada yang tahu, karena tidak ada papan nama,” imbuhnya. Meski begitu, dia sedikit banyak mengetahui perjalanan proyek jembatan penghubung Dusun Karangwinongan Timur dengan Dusun Karangwinongan Barat tersebut.

”Waktu selesai pengerjaan, infonya ada survei, terus pelaksanaan diminta memperbaiki sejumlah bagian jembatan, sebab tidak sesuai dengan perencanaan,” bebernya. Salah satunya, penambahan besi pembatas di masing-masing sisi jembatan. ”Besi memanjang di samping kiri kanan awalnya tidak ada, setelah disurvei baru ditambah,” bebernya.

Selain itu, pemasangan titik-titik penguat jembatan di masing-masing sisi jembatan. ”Itu ada kotak yang dibuat mengunci badan jembatan dengan pondasi, juga baru dipasang setelah ada  survei,” bebernya. Warga juga mempertanyakan kondisi akses jalan menuju jembatan yang hingga kini belum terselesaikan.

”Masih berupa jeglongan dalam, kurang tahu kenapa sampai sekarang tidak dikerjakan,” imbuhnya. Karena masih banyak kejanggalan terkait pembangunan jembatan serta tidak ada kejelasan peresmian, warga sementara tidak mau melintasi jembatan. ”Jadi sampai sekarang belum dilintasi warga, selain takut, juga masih ada jeglongan seperti itu,” bebernya.

Padahal, sebenarnya jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga sekitar. “Kalau tidak ada jembatan penghubung, warga Karangwinongan Timur dan Karangwinongan Barat terpisah sungai, repotnya pas ada ada orang meninggal, harus memutar jauh,” sambung warga lain. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia