Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Jumlah Penderita DB di Jombang Meningkat, Tersebar di Seluruh RS

11 Januari 2019, 09: 28: 25 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pasien penderita demam berdarah (DB) yang dirawat di RSUD Jombang

Pasien penderita demam berdarah (DB) yang dirawat di RSUD Jombang (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Penyakit demam berdarah (DB) di Jombang terus meningkat. Sebanyak 25 anak-anak dan 40 orang dewasa diduga terserang penyakit dari nyamuk aedes aegypti ini. Mereka saat ini sedang dirawat di RSUD Kabupaten Jombang dan sejumlah rumah sakit lainnya.

Pudji Umbaran, Direktur RSUD Kabupaten Jombang kemarin mengatakan, untuk pasien yang dirawat di RSUD itu masih data pasien yang diduga. Untuk yang mengetahui positif itu nantinya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

“Jadi ini nantinya ada kiterianya, dan itu yang menentukan dari Dinas Kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin. Ia juga menambahkan, untuk puluhan pasien tersebut gejalanya seperti DB. Meski begitu, untuk yang menentukan itu positif terkena DBD dari Dinas Kesehatan.

“Untuk gejalanya memang DB tapi tetap hasilnya dari Dinkes,” katanya. Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan itu menyebutkan, untuk sementara data yang positif terjangkit DB per Januari hanya 10 penderita saja. “Untuk bulan Januari ini hanya 10 penderita DB saja,” imbuhnya.

Sedangkan, untuk tahun 2018 ada 454 penderita DB dan 1 orang meninggal. Diakuinya, untuk saat ini ada sedikit peningkatan. “Memang untuk DB ini setiap tahun pasti ada, tidak hanya di musim penghujan saja. Akan tetapi, memang di tahun ini penderita DB sedikit meningkat,” tuturunya.

Ia juga menambahkan, meningkatkan penderita DB ini karena dipengaruhi masyarakat kurang memahami pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Padahal, cara paling efektif adalah PSN dengan melakukan 3M plus (menguras, mengubur, menutup, dan mendaur ulang).

“Selain itu memberikan obat anti-nyamuk kepada anak-anak,” jelasnya. Untuk menekan  jumlah penderita DB, Pudji meminta warga aktif melakukan 3M plus. “Plusnya itu memberi obat jentik dan menggunakan lotion anti-nyamuk,” jelasnya.

Gerakan 3M plus itu untuk memastikan masyarakat  menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan memastikan tidak ada genagan air yang bisa menjadi sarang nyamuk. “Jadi setiap rumah diharapkan mempunyai juru pemantau jentik. Agar jentik itu bisa dipantau keberadaanya,” paparnya.

Dinkes juga sudah melakukan sosialisasi dan melakukan koordinasi dengan camat dan tiga pilar untuk PSN.  “Yang terpenting dari kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia