Senin, 25 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Ringin Contong; Stabilizer Suplai Air Sejak Jaman Penjajahan Belanda

09 Januari 2019, 19: 14: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Prasasti yang berada di taman kota Ringin Contong

Prasasti yang berada di taman kota Ringin Contong (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Meski bangunan ini sejak awal ditujukan untuk suplai air, namun harus diakui Ringin Contong tak lebih dari monumen, lantaran nyaris tak berfungsi normal lagi. Aris Yuswantoro menyebut Ringin Contong memang pernah ditinggalkan usai PDAM Jombang memiliki pengolahan air sendiri.

“Kira-kira tahun 1990-an, selain sudah punya tempat pengolahan, jaringan yang makin banyak memang memaksa air tak sempat naik ke atas tandon,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Padahal, dirinya juga sadar betul jika kegunaan tandon tersebut cukup penting. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara, tandon sebesar Ringin Contong itu  mampu menampung puluhan ribu liter air. Sehingga bisa berfungsi menstabilkan suplai air.

Semenjak tak lagi digunakan, Aris mengakui memang suplai air sangat berdampak kepada masyarakat, utamanya di jam-jam tertentu. “Istilahnya kita mengenal ada jam puncak dan tidak puncak, biasanya seperti pagi dan sore itu air kecil, sebaliknya siang atau malam bisa deras sekali. Nah kalau ada tandon ini bisa menyetabilkan itu, jadi air bisa lancar terus,”lontarnya.

Saat ditanya apakah pihaknya dalam waktu dekat akan berencana mengfungsikan kembali menara air itu, Aris belum bisa menjawab jelas. Pihaknya mengaku masih harus hitung-hitung sembari melakukan kajian mendalam.

“Sebenarnya dari pemkab sendiri minta agar tandon difungsikan lagi. Tapi kita belum bisa, karena sudah lama tidak dipakai menurut kami harus ada kajian dulu, kemanan bangunan dan lain-lain. Nah ini yang belum bisa kita lakukan sampai sekarang, sehingga untuk mengisi air lagi juga belum berani,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia