Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Ringin Contong ; Titik Nol, Menara Air, dan Landmark Kabupaten Jombang

09 Januari 2019, 19: 00: 55 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ringin contong

Ringin contong (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Bagi warga Jombang, siapa yang tak mengetahui ringin contong? Bangunan yang berawal dari sebuah titik nol, yang dibuat sebagai menara air terbesar di Jombang ini terus menjelma. Kini, ringin contong menjadi salah satu landmark Jombang dan ikon Kabupaten Jombang.

Berada di titik pusat jalur protokol, asal kata Ringin Contong sendiri, terdiri dari dua kata yakni Ringin atau pohon beringin yang tumbuh besar di lokasi, serta Contong yang seringkali diartikan sebagai tandon atau wadah air.

Kompleks bangunan ini sebagai perkembangan kawasan yang terus berjalan. Berawal dari 1877 di era kolonial Belanda, wilayah ini awalnya dijadikan sebagai titik nol dari Kabupaten Jombang.

Penetapan ini terjadi pada 20 September 1877 yang dimuat dalam lembaran Negara nomor 172 (Staatblad van Nederlandsch-Indie Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie van 20 September 1877 no.2/c).

Kawasan ini kemudian terus menjadi pusat Jombang. Terlebih saat 1910 Jombang resmi berpisah dari Afdeeling Mojokerto dan hadirnya Bupati pertama Jombang R.A.A.Soeroadiningrat V atau Kanjeng Sepuh.

“Ditanami beringin pertama kali sebagai simbol pengayoman Bupati pertama Jombang itu. Meski beringin sempat roboh sekitar tahun 1989 dan ini tunas baru,” ucap Aris Yuswantoro, Direktur PDAM Jombang.

Sedangkan pembangunan menara air, rampung dilakukan  1929 silam. Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai lokasi penyimpanan air untuk suplai ke rumah warga sedari jaman kolonial.

“Belanda kita tahu kalau untuk air biasa pakai tandon. Dan ini untuk menyuplai kebutuah air di kota. Karena dulu itu ngambilnya dari Mojokerto, makanya ada dua tandon lagi di Peterongan dan Mojoagung, itu urut-urutannya sampai pusatnya Jombang ya disini,” lanjutnya.

Kawasan ini pun terus berkembang. Usai tak lagi digunakan sebagai tandon air sejak PDAM Jombang memiliki pengolahan air sendiri. Kawasan ini kemudian disulap menjadi bangunan taman. Tepatnya 1997, saat pemerintahan dipimpin Bupati Soewoto Adowibowo.

Dan puncaknya, ketika pemerintahan Bupati Nyono Suharli, Ringin Contong kembali mendapat posisi spesial lantaran menjadi ikon dari Jombang. “Memang puncak sebagai ikon itu sampai sekarang, terlepas dari pro kontra, memang dari awal bangunan ini bersejarah,” sambung Aris.

Karena itulah bangunan yang memiliki tinggai 40 meter ini masih terjaga keasliannya. Meski seringkali mengalami pergantian warna cat, hingga dibangun sebuah tamam di sekeliling, tapi keaslian bangunan masih terjaga hingga sekarang.

“Kalau bangunannya semua asli, cuma memang tidak berfungsi lagi, walaupun pipa masih terpasang, pompa sudah kita ambil,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia