Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Banyak APK Sengaja Dirusak, Persaingan Antar Caleg Semakin Panas

09 Januari 2019, 18: 29: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Alat peraga kampanye robek makin meluas kemarin. Seperti terpantau di depan KUA Bandarkedungmulyo.

Alat peraga kampanye robek makin meluas kemarin. Seperti terpantau di depan KUA Bandarkedungmulyo. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Maraknya alat peraga kampanye (APK) rusak diduga disengaja, ikut ditanggapi pengamat. Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) KH Zaimuddin Wijaya As’ad menyebut salah satu indikasi pengerusakan APK karena persaingan caleg makin panas.

Kiai yang akrab disapa Gus Zuem ini menjelaskan, jika APK tersebut rusak karena sengaja dirobek, tentu menandakan persaingan politik antar parpol maupun antar-caleg, semakin ketat. ”Faktor lain, bisa saja ada orang yang resistant alias menolak secara pribadi terhadap caleg tersebut,” ujarnya kemarin (8/1).

Menurut Gus Zuem, persaingan semacam itu tidak wajar dalam praktek politik yang beradab. Sebab segala bentuk perusakan alias vandalisme menunjukkan budaya yang tidak menghargai etika bersama. ”Artinya bisa saja memang terjadi persaingan yang tidak sehat antar-caleg,” papar dia.

Penelusuran yang dilakukan Jawa Pos Radar Jombang kemarin (8/1) di Kecamatan Bandarkedungmulyo lebih dari lima APK dengan kondisi dirobek.  Temuan pertama di Jl Raya Bandarkedungmulyo, sebuah baliho milik salah satu caleg PKB ini terdapat lubang di bagian bawahnya.

Kondisinya mirip APK dirobek di Jl Raya Perak (depan puskesmas) yang garis robekannya tampak simetris. ”Ini sudah dari beberapa waktu lalu. Robek kenapa saya kurang tahu,” ujar Haryadi, seorang warga di lokasi.

Temuan kedua, sebuah APK di depan KUA Bandarkedungmulyo juga terpantau rusak. Ciri kerusakannya sama dengan temuan APK sebelumnya, yakni mirip dirobek. Temuan lain juga terpantau di pinggir lapangan Desa Pucangsimo. Bahkan, APK rusak juga tampak di beberapa titik hanya kondisinya tidak begitu parah.

Dikonfirmasi, anggota KPU Jombang Fatoni menyampaikan, jika pengawasan APK sebenarnya ranah Bawaslu. Namun jika hal tersebut ditemukan atas unsur perusakan maka masuk ranah pidana. ”Saya yakin itu dilakukan oleh tangan jail, bukan sengaja dirusak untuk memperkeruh suasana,” ujar dia.

Seperti Pilbup Jombang 2018 lalu, kejadian serupa juga sempat membuah heboh warga Kecamatan Gudo setelah APK salah satu paslon diambil oleh warga untuk dijadikan penutup kandang sapinya. ”Kalau sengaja diambil tentu sudah menjadi ranah Gakkumdu,” tambah dia

Kaitannya dengan APK, pihaknya hanya punya wewenang untuk mengimbau. Sedangkan, menertibkan, memelihara maupun merawat menjadi tanggungjawab parpol. ”Kami sifatnya hanya mengimbau kepada teman-teman peserta pemilu untuk bekerja sama dan saling membantu misalnya mengawasi dan mengingatkan jika terdapat pemasangan APK yang melanggar ketentuan,” papar dia.

Sebagaimana hal tersebut diatur dalam PKPU dan UU 7/2017 tentang Pemilu. Mulai dari pemasangan, perawatan, pemeliharaan sampai nanti di pembersihan ada di peserta pemilu. Hal tersebut berlaku untuk semua APK baik yang difasilitasi KPU maupun APK tambahan yang disediakan  peserta pemilu. ”Dan itu sudah kita sepakati  bersama antara partai politik dan Bawaslu,” tandasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia