Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

PD Panglungan Wonosalam Disorot karena PAD Terus Merosot

09 Januari 2019, 17: 56: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pertemuan antara Komisi B DPRD Kabupaten Jombang dengan seluruh BUMD kemarin

Pertemuan antara Komisi B DPRD Kabupaten Jombang dengan seluruh BUMD kemarin (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Komisi B DPRD Kabupaten Jombang, akhirnya memanggil seluruh BUMD di Kabupaten Jombang kemarin. Hal ini lantaran, belum maksimalnya PAD (pendapatan asli daerah) dari BUMD. Terutama dari PD Panglungan yang PAD-nya terus merosot.

Direktur PD Panglungan, Yusnia Rahma tak menampik ada penurunan PAD. Dijelaskan pada  2018 memang PAD sudah mencapai target yakni sekitar Rp 57 juta. Hanya saja, proyeksi PAD tahun 2019 nanti hanya ditargetkan Rp 47 juta.

“Karena PAD berdasarkan laba 50 persen,” ujarnya setelah hearing kemarin. Ia menambahkan, proyeksi PAD  2019 menurun, ini dikarenakan laba yang didapatkan juga menurun.

Diakuinya, untuk PD Panglungan ini berhubungan dengan tanaman, hewan dan cuaca, sehingga tidak bisa diprediksikan laba setiap tahunnya. Seperti tahun ini saja, karena musim hujan mundur, sehingga hasilnya juga mundur. Karena, banyak tanaman buah yang baru berbunga sekarang.

“Jadi kami sulit untuk memprediksikan labanya," katanya. Hanya saja, lanjut Nia, untuk meningkatkan PAD pihaknya terus melakukan uji coba. Terbaru, PD Panglungan bereksperimen menanam pohon jeruk. Bahkan, diakuinya hasilnya cukup bagus.

“Jadi kami mulai menaman pohon jeruk dan menggantikan jagung kristal yang hasilnya kurang memuaskan,” tuturnya. Sementara dikonfirmasi, Rohmad Abidin, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jombang mengatakan, hearing ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kinerja BUMD.

“Ya kami ingin agar lebih meningkatkan BUMD karena PAD juga masih belum maksimal,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin. Ia juga menambahkan, untuk PAD yang paling minim dari PD Panglungan hanya sekitar Rp 57 juta, kemudian PT Aneka Usaha Rp 66 juta.

“Sedangkan PAD tertinggi dari Bank Jombang sebesar Rp 2 miliar,” paparnya. Politisi PKS ini mengakui, minimnya PAD ini juga lantaran tidak ada penyertaan modal. Untuk itu, pihaknya juga akan merekomendasikan agar pemerintah memberikan penyertaan modal.

“Kami juga meminta kepada BUMD untuk memberikan proyeksi PAD apabila diberikan penyertaan modal,” bebernya. Selain itu, pengelolaan BUMD juga harus dimaksimalkan, seperti PD Panglungan. Karena PD Panglungan tersebut mempunyai luas hingga mencapai 97 hektare.

Sehingga itu mempunyai potensi untuk mendapat PAD yang besar. Hanya saja, lanjut Rohmad, apabila mengandalkan tanaman saja memang tidak maksimal. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan untuk dibuat seperti agro wisata.

Hanya saja, ujar Rohmad, keuangan Pemkab Jombang juga lemah, sehingga bisa dilakukan secara bertahap. “Karena pastinya membutuhkan modal yang banyak bisa dilakukan secara bertahap, yang penting berjalan. Saya yakin bisa meningkatkan PAD nantinya,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia