Minggu, 24 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Air Terjun Tretes Wonosalam; 158 Meter, Tertinggi di Jawa Timur

08 Januari 2019, 18: 36: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Meskipun jauh dan akses sulit, ari terjun tretes masih menjadi jujugan pengunjung berlibur.

Meskipun jauh dan akses sulit, ari terjun tretes masih menjadi jujugan pengunjung berlibur. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Air Terjun Tretes yang terletak di Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Layak dijadikan referensi berwisata. Ketinggianya mencapai 158 meter dan disebut sebagai air terjun tertinggi di Jawa Timur.

Secara geografis letak air terjun Tretes berada di wilayah Kabupaten Jombang. Namun, akses jalan terbagi menjadi dua jalur yakni Kabupaten Kediri dan Jombang. Air terjun tretes terletak di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan air laut (dpl). Saat ini obyek wisata alam  Air Terjun Tretes dikelola oleh Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo Jawa timur.

Untuk dapat mengakses wisata ini, paling cepat  memilih rute Kecamatan Bareng. Dari Pasar Bareng pengunjung bisa melewati Desa Karangan selanjutnya menuju Desa Galengdowo. Sebab, jika melewati rute Kecamatan Wonosalam jalan yang ditempuh akan lebih jauh karena posisi  Air Tretes berada di ujung selatan Kabupaten Jombang.

Akses jalan untuk mencapai Air Terjun Tretes memang cukup sulit. Dari pemukiman warga di Dusun Pengajaran, masih kurang 4 kilometer lagi. Pengunjung dapat berjalan kaki atau memilih ojek yang disediakan warga setempat.

Mereka selalu siap setiap hari khususnya pada akhir pekan. Jasa ojek tersebut dikenakan tarif Rp 20 ribu per orang. Maklum, jalur yang dilalui cukup ekstrem karena jalannya sempit dan terjal. Motor tukang ojek pun rata-rata sudah dimodifikasi, pada bagian ban diganti menggunakan model trail. Sedangkan asesoris sudah dilepas agar lebih mudah blusukan di jalan terjal sepanjang hutan.

Setiba di Pos Tahura, pengunjung harus jalan kaki. Akses yang ditempuh menuju lokasi air terjun masih sekitar 1 kilometer. Jika lelah, pengunjung dapat beristirahat di beberapa warung milik warga. Mereka menyediakan air mineral, kopi, snack maupun gorengan.

Warung-warung tersebut selalu ramai saat air terjun Tretes banyak pengunjungnya seperti Minggu kemarin. ”Pada hari biasa, paling banyak jumlah pengunjung mencapai 50 orang namun kalau Minggu seperti ini sekitar 100 orang,’’ ujar Yatno salah satu petugas di Pos Tahura.

Dijelaskan, air terjun Tretes masuk dalam wilayah Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Otomatis untuk retribusi alias pendapatan dari wisata air terjun Tretes tidak masuk ke desa atau pemerintah daerah, melainkan ke Pemprov Jatim. ”Karena ini masuk wilayah Dinas Kehutanan Jatim, kami petugasnya pun dari sana. Berbeda dengan parkir yang ada di bawah tadi,’’ jelasnya.

Untuk memasuki objek wisata air terjun Tretes, pengunjung ditarik Rp 10 ribu per orang namun khusus untuk warga pribumi Dusun Pengajaran dan sekitarnya tidak ditarik biaya alias gratis.

Setiba di air terjun Tretes, pengunjung akan disambut dengan sejuknya angin yang berhembus dari tumpahan air terjun. Makin dekat ke air terjun, udara dan angin sepoi-sepoi makin terasa meyapa kulit. Meski cuaca panas, di area air terjun Tretes masih tetap sejuk karena matahari tertutup rapatnya hutan dan tingginya tebing yang menjulang.

Disana, pengunjung biasanya berendam ke kolam. Atau pengunjung bisa berswafoto. ”Saya jauh-jauh dari Kediri untuk melihat Air terjun Tretes,’’ ujar Andik salah satu pengunjung. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia