Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Dampak Tol Trans Jawa, Omzet Pedagang di Mengkreng Terjun Bebas

07 Januari 2019, 19: 24: 39 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Deretan pedagang oleh-oleh di sepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo berbatasaan dengan Mengkreng, Kediri tampak sepi pembeli.

Deretan pedagang oleh-oleh di sepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo berbatasaan dengan Mengkreng, Kediri tampak sepi pembeli. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Sejumlah pedagang oleh oleh yang berada disepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo berbatasan dengan Mengkreng Kediri dan Kertosono mengaku omset penjualan belakangan terakhir ini menurun drastis.

Hal itu dirasakan setelah peresmian jalan tol karena tak banyak lagi kendaraan yang melintas di jalan nasional. Seperti diungkapkan Nunung, 41 salah satu pedagang yang mengaku selama momentum liburan tahun baru kemarin, omset penjualan perhari turun hingga 60 persen lebih.

Jika sebelumnya per hari dia bisa meraup Rp 1 juta lebih. Kini paling banyak Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. ”500 ribu itu sudah berat,” ujarnya sembari melayani pembeli.

Salah satu hal yang membuat omsetnya terjun bebas dalan jumlah kendaraan yang melintas dan mampir tak sebanyak tahun-tahun lalu. Padahal biasanya di momentum liburan seperti kemarin, deretan pedagang oleh oleh di sepanjang jalur itu selalu dipenuhi pembeli.

”Kini bisa dihitung, jumlahnya tak banyak,” keluhnya. Menurut dia, berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas di jalur nasional itu lantaran sekarang lebih memilih jalur tol. Apalagi, kini seluruh jaringan tol Jakarta-Surabaya sepenuhnya terhubung setelah Presiden RI Joko Widodo meresmikan tujuh ruas jalan tol trans Jawa Kamis (20/12) lalu.

Diantaranya, jalur Wilangan Kertosono sepanjang 38 kilometer, Tol Kertosono-Bandar Kedungmulyo sepanjang 1 kilometer. ”Salah satunya karena itu, semua kendaraan lewat tol sehingga jalan utama menjadi sepi,” beber dia. Nunung menyebut tidak hanya tol yang membuat pembeli makin sepi.

Namun makin maraknya keberadaan toko modern yang menjamur di Kabupaten Jombang, juga disebutnya turut mematikan pedagang pedagang kecil secara pelan-pelan.

Sebagai gambaran, pada musim tahun baru kemarin, banyak pengguna jalan baik roda dua dan roda empat yang memilih mampir ke toko modern daripada warung pedagang kecil.

”Apalagi sekarang tidak ada batasannya, baik jarak dengan pasar tradisional maupun jumlah dalam satu wilayah. Kadang inipun mematikan pedagang kecil,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia