Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Ugal-Ugalan, Bus Sugeng Rahayu Hantam Pelajar di Tunggorono Jombang

05 Januari 2019, 11: 46: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi sepeda motor milik korban yang hancur setelah dihantam bus di Tunggorono

Kondisi sepeda motor milik korban yang hancur setelah dihantam bus di Tunggorono (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Nurcholis Madjid Tunggorono, kemarin (4/1). Diduga ugal-ugalan di jalan, Bus Sugeng Rahayu menghantam seorang pelajar yang mengendarai sepeda motor. Akibatnya korban mengalami luka parah di bagian kepala dan kaki.

“Kecelakaannya adu banteng dari dua arah berbeda,” terang M Fauzi, 27 salah satu saksi mata. Dari data yang berhasil dihimpun di lokasi, kecelekaan terjadi sekitar pukul 16.30. Awalnya, bus bernopol W 9794 UZ melaju kencang dari arah Nganjuk (selatan) menuju Jombang (utara).

Sesampainya di Jalan Nurcholis Madjid, bus yang dikemudikan Supardiono, 44 ini berusaha mendahului kendaraan di depannya. “Nyalip tapi makan jalur sisi kanan, padahal markanya panjang,” lanjutnya.

Nahas, saat bersamaan, Elsa Yulia Wardani yang mengendari motor Nopol S 6586 O melintas dari arah berlawanan. Tak dapat menghindar, siswi berseragam lengkap itu akhirnya tertabrak bus. Motor korban terpental dan rusak parah di hampir semua bagian. Bahkan, ia mengalami luka serius di bagian kaki kanan.

“Korban kakinya patah sama luka robek. Bus langsung berhenti dan menurunkan semua penumpang,” lanjut pegawai swasta ini. Setelah menabrak, bus ini sempat dicegat dan hendak jadi bulan-bulanan warga. Beruntung, petugas kepolisian segera datang mengamankan bus ke Satlantas Polres Jombang.

“Sudah dievakuasi semua, baik motor, bus dan sopirnya sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban sudah dilarikan ke rumah sakit,” terang Kanitlaka Satlantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman.

Dari hasil olah TKP, polisi menyimpulkan kecelakaan diakibatkan sopir yang mengemudikan kendaraan ugal-ugalan hingga memicu kecelakaan. “Selain melanggar marka, juga berkecepatan tinggi dan tidak memperhatikan arus di depan,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia