Senin, 25 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Empat Perumahan Diteror ‘Babi Ngepet’, Bobol Rumah Tanpa Merusak Kunci

02 Januari 2019, 07: 49: 45 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pintu masuk menuju kawasan empat perumahan di Tambakberas, Jombang.

Pintu masuk menuju kawasan empat perumahan di Tambakberas, Jombang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG -  Ketenangan  warga empat perumahan di Jombang selama sebulan terakhir ini terusik. Menyusul aksi pencurian ‘babi ngepet’ yang menyasar lingkungannya. Diduga korbannya sudah mencapai puluhan warga dengan kerugian ratusan juta rupiah.

Empat perumahan yang menjadi sasaran teror ‘babi ngepet’ adalah Perumahan Astapada Indah I, Astapada Indah II, Astapada Indah III dan Tambakrejo Asri. ”Iya mas, sebulan terakhir ini marak sekali, bahkan dalam semalam sampai enam rumah yang dibobol,” beber salah satu warga Perumahan Astapada, kemarin.

Informasi yang dihimpun, aksi pencurian di kawasan perumahan berturut-turut sejak pekan pertama Desember lalu. Korbannya rata-rata memiliki rumah tingkat, bahkan ada beberapa anggota TNI dan Polri yang juga menjadi korban. Sasaran utamanya uang.

“Anehnya, tidak ada kerusakan apapun di rumah yang menjadi sasaran pencurian,” ujar warga yang namanya enggan ditulis. Bahkan, ujarnya, ada salah satu warga Perumahan Astapada yang sempat memergoki ‘babi ngepet’ tengah uangnya diambil yang disimpan di bawah kasur di dalam kamar.

Namun si korban tidak bisa berteriak. “Itu istrinya tentara. Hanya bisa diam terpaku saat uangnya diambil. Pencurinya jalannya mberangkang,” ujarnya sambil menyebut uang diambil ‘babi ngepet’ sejumlah Rp 5 juta.

Ciri-ciri ‘babi ngepet’ di Perumahan Astapada itu mirip dengan penampakan ‘babi ngepet’ yang dipergoki warga Perumahan Tambakrejo Asri, pada Selasa (25/12) lalu. Salah satu warga di utara masjid perumahan sekitar pukul 02.00 memergoki ‘babi ngepet’ tengah berada di atas genting.

“Cara berjalannya melompat-lompat. Orangnya kecil, tidak pakai baju, pakai celana pendek dan membawa tas yang diselempangkan,” ujarnya. Informasi lain menyebut, korban terakhir minggu lalu yang menjadi sasaran rumah anggota Polri di Perumahan Tambakrejo Asri.

Uang yang berhasil dibawa ‘babi ngepet’ sebanyak Rp 42 juta. Korban lainnya bervariasi, misalnya ada PNS pemkab yang kehilangan Rp 24 juta, ada juga yang hanya kehilangan ratusan ribu rupiah.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi mengaku belum menerima laporan terkait kejadian pencurian di kawasan perumahan tersebut. ”Kebetulan, kami belum ada korban yang melapor ke kami,” bebernya (29/12).

Namun demikian, sebagai tindaklanjut, pihaknya sudah langsung terjun ke lokasi menyelidiki. ”Kita sudah turun ke warga, informasinya memang beberapa warga jadi korban pencurian, bahkan sampai puluhan juta, sayangnya mereka sejak awal tidak langsung melapor ke kami juga,” imbuhnya.

Selain melakukan penyelidikan ke arah pelaku, pihaknya bakal menindaklanjuti dengan meningkatkan patroli. ”Untuk langkah antisipasinya, kita akan giatkan patroli, berikan perhatian khusus di lokasi rawan,” tegasnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia