Senin, 25 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Gaduh Tenaga Ahli Bupati, Mas’ud: Tak Masalah, Asal Sesuai Aturan

29 Desember 2018, 11: 50: 49 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wakil Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi

Wakil Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Polemik munculnya Perbup Nomor 31 Tahun 2018 tentang Tenaga Ahli Bupati terus mendapat perhatian wakil rakyat. Wakil Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi tak mempermasalahkan pengangkatan tenaga ahli bupati, namun DPRD tak ingin jika pengangkatan tenaga tersebut asal-asalan dan tidak sesuai bidang kemampuan. 

”Saya kira tenaga ahli bagi bupati kalau itu memang diperlukan tidak masalah. Tetapi harus menyesauaikan dengan bidangnya masing masing, tidak hanya sekedar mengangkat si A, si B itu yang saya kurang setuju,’’ ujar Masud (28/12). 

Menurut dia, jika pengangkatan tenaga ahli ditujukan untuk kemajuan Jombang berdasarkan visi misi bupati/wakil bupati, maka tidak masalah. Pihaknya setuju, langkah pemkab.

”Jika memang dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan, untuk meningkatkan PAD, ataupun untuk merumuskan kebijakan tertentu ya kami dukung. Yang kami tidak inginkan, misalnya, yang diangkat nanti atas pertimbangan ini saudara, ini kerabat. Ya itu kami tidak mendukung,’’ papar dia. Dia berharap, bupati mengangkat tenaga ahli secara profesional.

Berdasarkan kajian yang matang dan tentunya tidak menyalahi undang-undang yang berlaku. ”Karena kami tidak ingin ini menjadi masalah di kemudian hari,’’ papar dia. Soal Perbup 31 Tahun 2018 yang menjadi landasan tenaga ahli, memang DPRD baru tahu ketika muncul pemberitaan di koran beberapa waktu lalu.

Sebab, DPRD selama ini belum diajak komunikasi mengenai teknis wacana tersebut. ”Kami juga belum tahu sampai sekarang siapa yang menjadi tenaga ahli,’’ singgungnya. Kendati demikian, dia mengakui jika hal itu wewenang eksekutif dan DPRD juga tidak mempermasalahkan.

Sesuai tupoksinya, DPRD akan melakukan peran kontrol dan mengevaluasi kinerja pemkab secara kontinuitas termasuk tenaga ahli kedepan. ”Itu ranah eksekutif ya monggo, tapi nanti akan kita evaluasi kinerjanya kalau kurang efektif ya kita rekomendasikan untuk dilepas,’’ pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia