Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Pembebasan Lahan Proyek Jembatan Baru Ploso Dipastikan Tak Tuntas 2018

27 Desember 2018, 18: 26: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jembatan lama Ploso yang sudah tak layak karena faktor usia

Jembatan lama Ploso yang sudah tak layak karena faktor usia (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Hingga tutup tahun nanti pembebasan bidang lahan jembatan baru Ploso di sisi utara Sungai Brantas diprediksi belum kelar. Ini setelah progres pembebasan masih belum ada perkembangan lebih lanjut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang melalui Kabid Jalan dan Jembatan Mokhamad Rokhmat Sunendar menerangkan, hingga menjelang tutup tahun belum ada informasi lebih lanjut dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur. ’’Sampai sekarang belum ada,’’ katanya kemarin (26/12).

Meski tak menyebut ada berapa bidang lahan yang belum bebas, hingga saat ini belum seluruhnya selesai. Masih dalam tahap pembebasan. Termasuk lahan milik PT KAI yang bakal terdampak. Menurut dia, sampai sekarang belum menerima baik informasi maupun surat resmi dari Jawa Timur.

’’Masih belum ada sama sekali info dari teman-teman provinsi,’’ imbuh Nendar, sapaan akrabnya. Termasuk kabar dilakukan konsinyasi, dia sendiri masih belum bisa memastikan. Alasannya, sampai sekarang pihak provinsi masih belum memberi keputusan apapun. ’’Sampai sekarang belum ada info atau surat seperti itu (konsinyasi),’’ sambung dia.

Diharapkan pembangunan jembatan itu bisa dimulai tahun depan. amun, melihat realita yang ada pembebasan masih belum klir seluruhnya juga diprediksi bakal berdampak. “Jadi sebetulnya harapan 2019 sudah mulai pembangunan infrastruktur, karena pembebasan sudah berjalan lama. Lebih dari tiga tahun,’’ tutur dia.

Tidak hanya di sisi  utara, sebab perjalanan pembebasan lahan sisi selatan yang notabene ditangani Pemkab Jombang juga  berlangsung lama. ’’Ditambah sisi utara sudah satu tahun ini. Harapan kita ya secepatnya realisasi,’’ pungkas Nendar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembebasan bidang lahan sisi utara belum menemui titik terang. Lima warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang yang terdampak masih belum setuju melepas.

Alasannya, harga pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Baru Ploso yang dinilai mereka terlalu rendah. Bahkan, pertemuan kembali dilakukan untuk menuntaskan pembebasan lahan tersebut. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia