Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Events

Menyusuri Tempat Wisata Negeri Jiran (1); Istana Negara Tujuan Pertama

18 Desember 2018, 19: 32: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Dua kru Jawa Pos Radar Jombang di depan kompleks Istana Negara di Kualara Lumpur, Malaysia

Dua kru Jawa Pos Radar Jombang di depan kompleks Istana Negara di Kualara Lumpur, Malaysia (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

KUALA LUMPUR - Di penghujung tahun, beberapa kru Jawa Pos Radar Jombang (Arif Hikmawan, Sulton Arif dan Ainul Hafidz) mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Malaysia. Di Negeri Jiran ini, sejumlah tempat wisata menjadi target untuk dikunjungi.

Tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (17/12) siang kru disambut tour guide setempat. Tanpa pikir panjang, kru langsung bergeser ke objek wisata di pusat kota Kuala Lumpur. Butuh waktu cukup lama, sekitar 1,5 jam dari bandara baru tiba di depan Istana Negara.

Ya, tempat tinggal Raja Malaysia itu menjadi jujugan pertama di Ibu Kota Malaysia. Meski tak dibolehkan masuk hingga sampai ke dalam, Istana Negara yang berada di atas bukit di Jalan Duta ini cukup banyak dikunjungi turis mancanegara.

Terlebih dengan luasnya halaman depan istana, membuat tempat ini sangat cocok dijadikan tempat mengabadikan momentum kala berada di Negeri Jiran. Didukung dengan latar belakang yang cukup apik, para turis pun tak mau melewatkan kesempatan berada di depan istana. Mereka diberi kesempatan untuk berfoto di luar pagar.

Perjalanan selanjutnya mengunjungi ke Dataran Merdeka di Kuala Lumpur. Di sana bisa dikatakan merupakan komplek museum, sebab terdapat banyak bangunan lawas yang masih dibiarkan berdiri kokoh. Setidaknya ada sekitar lima lebih bangunan, rata-rata bangunan itu berlantai dua, dengan di atasnya masing-masing terdapat semacam kubah masjid.

Warnanya pun seragam yakni putih-merah. Dengan membiarkan tekstur batu bata merah masih tetap terlihat, tanpa dilapisi cat. ’’Ada juga masjid,’’ kata Hary Tan salah seorang pemandu wisata.

Bangunan-bangunan itu semakin terlihat menjadi salah satu benda peninggalan sejarah negara setempat, dengan adanya prasasti yang dibuat pemerintah Malaysia. Yakni bangunan pejabat agama Islam wilayah persekutuan didaftarkan sebagai warisan di bawah akta warisan kebangsaan 2005 (akta 645), ditandatangani Dato Profesor Emertus Zaraina Majid Pesuruh Jaya Warisan pada 2006 silam.

Sayang meski ada beberapa bangunan, tak semuanya dibuka untuk umum. Seperti diantaranya museum tekstil negara yang ditutup. Meski begitu, para turis masih bisa berfoto di depan museum kendati harus berhati-hati menghindari lalu lalang kendaraan.

Ada beberapa museum yang sampai sekarang masih tetap dibuka, salah satunya Kuala Lumpur City Galery. Di dalamnya memamerkan cerita tentang Malaysia. Ada Old Kuala Lumpur yang menceritakan wilayah setempat kala masih dijajah Inggris hingga masa kemerdekaan.

Tak hanya itu di dalam juga memamerkan kondisi Kuala Lumpur saat ini, dengan banyaknya bangunan yang tinggi menjulang dipamerkan dalam bentuk mini. Semua dipamerkan dalam museum dengan latar dan bentuk yang sederhana namun sangat apik. ’’Bisa juga foto-foto di dekat KL City Galery, di sana ada tulisan I love KL (Kuala Lumpur),’’ imbuh lelaki keturunan Tiongkok ini.

Sebelum ke penginapan, diajak melihat-lihat Twin Tower (menara kembar) Petronas dari kejauhan. Meski hanya berfoto dengan jarak sangat jauh, setidaknya dua bangunan yang mempunyai tinggi hingga 425 meter itu bisa menjadi tanda tengah berada di negeri serial kartun Upin dan Ipin ini.

Selanjutnya, mengunjungi toko yang menjual olahan aneka hasil perkebunan. Ada cokelat, durian, kopi, dan lainnya. Beragam jenis hasil perkebunan itu diolah dan dikemas menarik untuk dijajakan. Tak jarang sebelum membeli, pengunjung pun diberi kesempatan untuk mencicipi aneka olahan itu.

Semisal cokelat yang diolah dengan kopi. Dibentuk seperti permen, namun di dalamnya terdapat biji kopi. Cocok dijadikan buah tangan, apalagi kemasaannya pun menarik. ’’Cokelat yang dijual di sini nomor satu,’’ kata  Hary. (Ainul Hafid/bersambung)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia