Rabu, 27 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Hari Anti Korupsi, Kejaksaan Bagi Stiker, Polres Jombang Bagi Bunga

11 Desember 2018, 12: 42: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bagi-bagi bunga yang dilakukan anggota Polres Jombang untuk memperingati hari anti korupsi

Bagi-bagi bunga yang dilakukan anggota Polres Jombang untuk memperingati hari anti korupsi (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Dua institusi penegak hukum, kepolisian dan kejaksaan sama-sama memanfaatkan momentum untuk sosialisasi bahaya korupsi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan puluhan anggota Polres Jombang di titik traffic light Jl KH Wahid Hasyim, Senin (10/12) kemarin.

Sambil membentangkan spanduk berisikan kampanye anti korupsi, masing-masing petugas menyapa para pengguna jalan, seraya membagikan bunga. “Kita berharap masyarakat juga pro aktif melawan korupsi. Jika menemukan indikasi praktik korupsi, laporkan, pasti kami tindaklanjuti sesuai kewenangan kami di Kepolisian,” beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi, kemarin.

Sepanjang 2018 ini, pihaknya menangani sejumlah kasus korupsi. Beberapa sudah selesai proses sidang, ada juga yang masih tahap penyidikan. “Yang sudah putusan contoh kasus Grobogan, oknum  kades sudah divonis hakim. Kasusnya masih kita kembangkan, termasuk kades Kesamben juga sudah vonis. Ada juga kasus lain juga masih kita lakukan penyidikan,”  bebernya.

Bagi-bagi stiker yang dilakukan Kejaksaan Negeri Jombang untuk memperingati hari anti korupsi

Bagi-bagi stiker yang dilakukan Kejaksaan Negeri Jombang untuk memperingati hari anti korupsi (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Sedangkan di pihak Kejaksaan Negeri Jombang, hari anti korupsi diperingati dengan menggelar apel. Setelah itu, puluhan jaksa turun ke jalan membagikan stiker berisi kampaye anti korupsi. Kepada awak media, Kajari Jombang Syafiruddin menyampaikan banyak hal terkait bahaya korupsi, salah satunya menghambat pembangunan di daerah.

“Kalau dana yang mestinya untuk mendukung program pembangunan lantas disimpangkan, masuk ke kantong pribadi, otomatis pembangunan macet, makanya korupsi harus dilawan,” bebernya.

Sepanjang 2018 ini, pihaknya banyak menangani kasus korupsi, baik kasus pelimpahan dari Kejaksaan Tinggi, pelimpahan kepolisian termasuk kasus yang ditangani sendiri oleh Kejari Jombang.

“Misinya penyelamatan uang negara, jangan sampai uang negara bocor. Kami berhasil menyelesaikan empat kasus tindak pidana korupsi yang telah memiliki kekuatan hukum tetap,” ujarnya.

Dari sejumlah perkara yang ditangani, sedikitnya ada Rp 1,1 miliar uang negara yang diselamatkan Kejaksaan Negeri Jombang. “Untuk tahap penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam sidang, eksekusi denda, eksekusi uang rampasan,” pungkas Syafiruddin. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia