Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

DPRD Jombang Minta Kebijakan Menarik Guru PNS SLB Dikaji Ulang

07 Desember 2018, 18: 31: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ketua Komisi D DPRD Jombang M.Syarif Hidayatullah

Ketua Komisi D DPRD Jombang M.Syarif Hidayatullah (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Kebijakan Dinas Pendidikan Jatim menarik guru PNS yang dipekerjakan (Dpk) di SLB swasta mendapat respons dari kalangan DPRD. M.Syarif Hidayatullah, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang meminta Cabdisdik Jatim di Jombang melakukan kajian ulang.

“Memang benar ada kebijakan tersebut, kami meminta untuk dilakukan pengajian ulang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin. Ia menambahkan, penarikan guru PNS ini  akan berdampak pada SLB swasta. Sehingga pembelajaran menjadi tidak maksimal, karena kekurangan guru.

“Karena guru untuk siswa berkebutuhan khusus ini juga sangat jarang di Jombang. Kalau ini ditarik maka kasihan juga kepada muridnya,” ungkapnya. Politisi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, SLB negeri di Jombang sangat sedikit.

Karena itu, keberadaan SLB swasta juga sangat dibutuhkan, apabila semua guru PNS ditarik maka SLB swasta terancam tutup. “Ini juga harus diperhatikan, jangan sampai membuat kebijakan sehingga membuat sekolah kegiatan belajar mengajar berhenti,” katanya.

Terlebih lagi, apabila sekolah tersebut menggunakan guru honorer, itu pastinya juga akan memberatkan sekolah. Sehingga kebijakan ini harus benar-benar dipikirkan kembali.

“Jadi kami menegaskan kembali untuk mengkaji kebijakan tersebut,” tegasnya. Dirinya juga mendapat informasi, apabila ada tekanan kepada guru Dpk agar mau pindah. Dirinya sangat menyayangkan jika itu benar-benar terjadi.

Untuk itu, lanjut Syarif, komisi D DPRD Jombang siap melakukan hearing dengan guru PNS Dpk, SLB swasta dan Cabdisdik Jatim di Jombang.  Terlebih lagi, permasalahan ini menyangkut masa depan siswa berkebutuhan khusus. “Kami siap diajak diskusi agar bisa menemukan solusi yang terbaik,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia