Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Musim Hujan Tiba, EWS Pendeteksi Banjir di Kali Marmoyo Justru Rusak

07 Desember 2018, 11: 11: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Alat pendeteksi dini banjir atau EWS (early warning system) sungai Marmoyo di Dusun Panemon, Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu tak berfungsi normal

Alat pendeteksi dini banjir atau EWS (early warning system) sungai Marmoyo di Dusun Panemon, Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu tak berfungsi normal (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Alat pendeteksi dini banjir atau EWS (early warning system) sungai Marmoyo di Dusun Panemon, Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu tak berfungsi normal. Alat sering mengalami kerusakan.

Sumiati, salah seorang warga menerangkan, alat yang dipasang di sebelah jembatan saat ini mengalami kerusakan. Padahal kerika hujan turun dengan intensitas tinggi, debit air sungai Marmoyo meningkat. “Sekarang (EWS) mati,” katanya kemarin (6/12).

Tahun lalu, saat air sungai meluber hingga menggenangi jalan, alat yang mempunyai tiga lampu dengan warna berbeda ini tak menyala. “Seharusnya saat banjir lampu menyala dan bunyi, tapi itu tidak pernah terjadi,” imbuh dia.

Kondisi ini sudah terjadi sejak satu tahun terakhir. Karena mengalami kerusakan, warga pun was-was jika suatu saat air di sungai Marmoyo mengalami kenaikan debit. “Tulisannya memang siaga, tapi sering rusak. Waktunya diperbaiki,” tutur dia.

Terpisah, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Abdul Wahab melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Gunadi mengakui ada beberapa EWS yang terpasang di Jombang.

“Untuk EWS banjir punya kabupaten itu ada dua di sebelah Jembatan Rimbi (Kecamatan Wonosalam) dan di Rejoagung (Kecamatan Ngoro). Serta ada satu tentang pergerakan tanah itu milik SDA Jawa Timur,” kata Gunadi.

Sedangkan EWS lainnya menurut Gunadi, milik Perum Jasa Tirta. Termasuk EWS yang terpasang di jembatan sungai Marmoyo Desa Bakalanrayung. “Yang lainnya itu ikut di pengairan (Jasa Tirta),” imbuh dia.

Gunadi memastikan EWS milik Pemkab Jombang yang terpasang selama ini masih befungsi. “Kalau di BPBD itu sudah tercatat di pusdalops, ketinggian air berapa dan sebagainya,” ungkap Gunadi.

Sepengetahuan Gunadi, diprediksi alat tersebut berfungsi ketika air benar-benar tinggi. “Kalau milik Perum Jasa Tirta kami tidak tahu persis bagaimana kondisinya. Mungkin ketika banjirnya memang sampai di ambang batas, EWS akan menyala dan sirine berbunyi. Kalau air masih normal tidak nyala,” beber dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia