Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kades Morosunggingan Akui Proyek DD Pakai Uruk Sedimen Sungai

07 Desember 2018, 09: 14: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kades Morosunggingan Khoirul Anam

Kades Morosunggingan Khoirul Anam (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Penggunaan tanah uruk dari sedimentasi sungai untuk proyek makam dan Gedung PAUD, dibenarkan Kades Morosunggingan Khoirul Anam.

Pihaknya menyatakan, pengurukan pada dua proyek tersebut sebagian materialnya memang diambilkan dari sedimentasi sungai.

”Memang seperti itu (dari sungai). Tapi itu sudah benar, antara RAB dengan laporan pertanggungjawaban sudah sesuai dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” terangnya ditemui di kantor Desa Morosunggingan.

Ia menjelaskan, sesuai dokumen RAB anggaran kegiatan pengurukan tanah makam di  Dusun Kayen, Desa Morosunggingan dianggarkan dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 43 juta.

Di tengah pelaksanaan kegiatan, muncul suara warga agar meninjau kegiatan tersebut. ”Jadi hitung-hitungannya, anggaran 43 juta kalau sesuai anu (RAB) hanya bisa digunakan untuk menguruk sebagian bidang saja, dari warga mintanya diuruk semuanya,” bebernya.

Tak ingin mengecewakan warga, pihaknya pun segera mengumpulkan sejumlah pihak untuk membahas kelanjutan proyek pengurukan tersebut. ”Waktu itu sudah separo jalan. Kita kumpulkan semua, proses kita lalui. Kebetulan sungai jurusan Rejoagung dangkal sekali. Jadi proses kita lalui, tapi memang sampah seperti itu wajar,” imbuhnya.

Disinggung terkait dugaan pembelian sebagian tanah uruk (bukan sedimen sungai) hanya digunakan  untuk menutupi banyaknya sampah di lokasi urukan, pihaknya menampik. ”Belinya banyak, bahkan saat mau finishing itu masih kurang, saya belikan lagi. Kurang lebih kegiatan itu keluar uang sekira 50 juta,” bebernya.

Termasuk  material tanah uruk di lokasi pendirian gedung PAUD di Dusun Sudimoro diambilkan dari tanah sungai dengan dana Rp 51 juta, pihaknya juga tak menampik. ”Iya sama, itu gandengannya. Persis seperti itu, volumenya saya tidak bisa menerangkan detil. Awalnya sedikit terus kami lebarkan,” bebernya.

Terpisah Kepala Dusun Kayen Marsono membenarkan perihal kegiatan pengurukan tanah makam dan lokasi pembangunan gedung PAUD menggunakan material tanah sedimen sungai.

“Di situ ada luasannya sekian yang diuruk, hanya sebagian kecil. Akhirnya diambil kebijakan sesuai yang disampaikan Pak Kades, kebetulan sungai Rejoagung empat dangkal, diambil kebijakan siji gawe loro gawe. Sungai lancar, di sana bisa diuruk semua, begitu ceritanya,” singkatnya (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia