Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Jalan Kementerian PUPR

05 Desember 2018, 18: 05: 55 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jalan nasional yang baru diperbaiki

Kondisi jalan nasional yang baru diperbaiki (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Proyek peningkatan jalan nasional milik Kementerian PUPR di Jombang terus jadi sorotan. Menyusul banyaknya titik konstruksi beton yang mulai retak.

“Baru dua bulan dikerjakan sudah banyak yang rusak. Sepertinya sistem pengerjaannya bermasalah,” beber Imam, 45, warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan.

Menurutnya, hampir setiap harinya dirinya menyaksikan langsung proses pengerjaan proyek di lapangan, lantaran rumahnya berada persis di pinggir jalan Raya Peterongan. “Setiap hari saya lihat, bahkan usaha saya terdampak, omzet menurun drastis lantaran aksesnya terganggu selama pengerjaan,” imbuhnya.

Disinggung terkait faktor banyaknya titik konstruksi beton yang rusak, menurutnya lebih pada sistem pengerjaan. “Bisa jadi saat proses pengerukan tidak maksimal, mungkin juga faktor yang lain,” bebernya.

Menurutnya jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kerusakan bakal semakin meluas. “Itu bisa dilihat sendiri, retakan-retakan mulai meluas dan sepertinya, tidak cuma retak, bisa jadi itu putus sampai ke bawah,” bebernya.

Jika perbaikannya hanya sebatas ditambal, menurutnya hasilnya tidak akan maksimal. “Kalau hanya ditambal seperti itu, tidak lama ambrol lagi, solusi ya harus dibongkar. Tapi juga repot, sebab terlalu banyak titik yang rusak,” bebernya.

Senada juga disampaikan Ali, 52, warga sekitar juga menyesalkan kualitas pengerjaan proyek. “Kualitas hasil pekerjaan patut dipertanyakan. Baru dibangun sudah banyak yang rusak seperti itu. Itu lama-lama semakin lebar rusaknya dan pastinya membahayakan pengguna jalan. Harusnya ya dibongkar yang rusak-rusak itu,” bebernya.

Pantauan di lokasi, mulai dari ujung timur sekitaran flyover Peterongan sampai dengan sisi barat terdapat sekitar 121 titik kontruksi beton yang retak, dari tingkat sedang hingga retak parah.

Selain itu, beberapa titik  kerusakan lain juga banyak ditemukan di sepanjang pembangunan konstruksi beton. Sementara sampai kemarin, kegiatan pengaspalan masih berjalan. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia