Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Jadi Pro Kontra, Kemenag Kaji Ulang Kebijakan Ujian dengan HP

05 Desember 2018, 13: 36: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Uji coba pelaksanaan ujian berbasis android yang dilakukan MI Muhammadiyah Jogoroto

Uji coba pelaksanaan ujian berbasis android yang dilakukan MI Muhammadiyah Jogoroto (Istimewa)

JOMBANG – Banyak menuai sorotan publik, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang merespons terkait kebijakan ujian akhir Madrasah Ibtidaiyah (MI) menggunakan handphone. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang Abdul Haris menegaskan kebijakan itu tidak mutlak bagi madrasah.

“Kami sedang koordinasi, bila Jombang siap kita laksanakan. Kalau mungkin belum semua, hanya yang siap saja. Tidak ada keharusan siswa memiliki HP dan juga tidak menjadi keharusan mutlak madrasah melaksanakannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kebijakan itu muncul berawal dari atensi Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. “Untuk mendata kabupaten/kota  yang siap melaksanakan ujian berbasis komputer  atau android,” imbuhnya. Berapapun lembaga madrasah yang siap, dirinya tidak mempermasalahkan.

“Sifatnya masih tawaran, semisal yang siap sepuluh persen tidak menjadi masalah. Tetap dilaksanakan, yang penting koordinasi dan ada efek positif,” imbuhnya. Mengenai banyaknya sorotan dari sejumlah kalangan terkait dampak negatif penggunaan gawai terhadap pertumbuhan perilaku dan mental anak, pihaknya tak menampik.

“Kami sadar itu, HP ada plus minusnya. Sebenarnya kami ingin mempertajam manfaat dari segi  positif penggunaa HP. Tapi kami tetap tidak akan mengabaikan masukan dari berbagai pihak lain,” bebernya.

Haris menegaskan Kemenag tetap akan membolehkan jika ada madrasah yang ingin mempertahakan ujian berbasis kertas. “Silakan, kita tetap fasilitasi. Justru kalau kita tidak fasilitasi, nanti bisa dipermasalahkan,” pungkasnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia